Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sidoarjo terus dilakukan. Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menyalurkan bantuan pompa air melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI kepada petani di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi petani yang mengeluhkan persoalan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau. Sebanyak empat unit pompa air diserahkan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian setempat.
Bambang Haryo Soekartono mengatakan, aspirasi petani menjadi perhatian serius karena persoalan air kerap berdampak pada hasil panen.
“Kami menyerap aspirasi para petani di Desa Dukuh Tengah. Problem mereka cukup banyak, terutama terkait kebutuhan air. Karena itu kami mendorong agar program CSR bisa lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi dengan BRI. Menurutnya, keterlibatan perbankan melalui CSR menjadi solusi konkret untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.
“Alhamdulillah, aspirasi warga terkait pompa air sudah bisa direalisasikan. Harapannya produktivitas pertanian di Sidoarjo semakin meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” tambahnya.
Selain persoalan irigasi, Bambang juga menyoroti masalah gagal panen akibat serangan hama burung yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema asuransi pertanian.
“Beberapa wilayah sering gagal panen akibat hama burung. Kami akan mengusulkan agar skema asuransi bisa mengakomodasi kerugian akibat hama tersebut, sehingga petani mendapat perlindungan yang lebih menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Sidoarjo, Sudomo, menyampaikan bahwa bantuan CSR ini diharapkan menjadi stimulan bagi petani untuk meningkatkan skala usaha.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono yang telah menjembatani kebutuhan masyarakat. Bantuan ini diharapkan menjadi pancingan agar petani semakin semangat mengembangkan usahanya,” kata Sudomo.
Ia juga menginformasikan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. “Untuk KUR hingga Rp100 juta saat ini tidak memerlukan agunan tambahan. Bunganya sekitar 6 persen per tahun. Silakan petani yang membutuhkan modal usaha menghubungi kantor BRI terdekat,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Dukuh Tengah, Chusnul Arofiq, menyambut baik realisasi bantuan tersebut. Ia menilai, pompa air sangat dibutuhkan petani, terutama saat musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Selama musim kemarau, petani sering gelisah karena kekurangan air. Dengan adanya pompa ini, insyaallah keresahan itu bisa berkurang dan hasil panen lebih baik,” ungkap Chusnul.
Pemerintah desa berharap sinergi antara wakil rakyat, perbankan, dan masyarakat terus berlanjut guna memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Editor: Redaktur TVRINews




