Hasil Moto3: Pertarungan Sengit di Perebutan Posisi Ketiga, Veda Ega Pratama Nyaris Podium di Buriram

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BURIRAM — Deru mesin Moto3 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu siang itu bukan sekadar suara kompetisi. Di antara puluhan pembalap muda dunia yang saling menyalip dalam kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam, ada satu nama yang terus bertahan di barisan depan—Veda Ega Pratama.

Pembalap muda Indonesia itu mengakhiri balapan Moto3 Thailand 2026 di posisi kelima. Hasil yang secara angka mungkin terlihat biasa. Namun jalannya lomba menceritakan sesuatu yang jauh lebih dramatis: pertarungan keras menuju podium yang nyaris menjadi miliknya.

Sejak lampu start padam, balapan langsung berjalan agresif. David Almansa, yang memulai dari pole position, mempertahankan keunggulan di tikungan pertama. Sementara Veda Ega, yang start dari posisi kelima, sempat tercecer ke urutan keenam setelah fase awal yang padat dan penuh risiko.

Moto3 memang dikenal sebagai kelas paling brutal dalam kejuaraan dunia balap motor. Selisih waktu sering hanya sepersekian detik, sementara posisi bisa berubah di setiap tikungan.

Momentum Veda mulai terbuka pada lap ketiga ketika Ryusei Yamanaka tergelincir di tikungan keenam. Insiden itu mengangkat posisi Veda ke lima besar. Tak lama kemudian Cornas Buchanan juga terjatuh, membuat persaingan di barisan depan semakin menyempit.

Namun tantangan sesungguhnya justru datang dari dominasi pembalap Spanyol. Empat rider Negeri Matador—Almansa, Maximo Quiles, Adrian Fernandez, dan Alvaro Carpe—menguasai jalannya lomba. Veda menjadi satu-satunya pembalap non-Spanyol yang mampu menyusup di antara mereka.

Pada lap keempat, Veda menunjukkan agresivitasnya. Ia menyalip Carpe dan naik ke posisi keempat. Ritmenya stabil, garis balapnya rapi, dan keberaniannya mulai terlihat. Tiga lap berselang, manuver bersih di ujung lintasan membuatnya melewati Adrian Fernandez. Nama Indonesia pun sempat muncul di posisi ketiga.

Untuk beberapa saat, podium terasa begitu dekat.

Gap 1,8 detik dari posisi kedua memang tidak mudah dikejar, tetapi yang lebih menantang justru tekanan dari belakang. Di Moto3, kelompok pembalap sering bergerak seperti kawanan—rapat, cepat, dan tanpa ruang kesalahan.

Lap demi lap berubah menjadi duel mental. Pada lap kesebelas, Veda terlibat pertarungan sengit dengan Alvaro Carpe. Keduanya saling menutup racing line, mencoba membaca kelemahan lawan di setiap pengereman. Veda bertahan, tetapi tekanan terus meningkat.

Di depan, Maximo Quiles berhasil merebut pimpinan lomba dari Almansa, menambah dinamika balapan yang semakin tidak terprediksi.

Titik balik datang di lap ke-13. Dalam persaingan kelompok yang sangat rapat, posisi Veda tergerus sekaligus. Carpe, Valentin Perrone, dan Adrian Fernandez bergantian menyalip. Dalam hitungan detik, ia kehilangan posisi podium dan terlempar ke tengah perebutan empat pembalap.

Situasi khas Moto3: satu kesalahan kecil berarti kehilangan tiga posisi sekaligus.

Meski begitu, Veda tidak menyerah. Ia kembali naik ke posisi kelima menjelang akhir lomba, bahkan sempat merangsek lagi ke posisi tiga sebelum kembali disalip. Pertarungan berlangsung tanpa jeda hingga lap terakhir.

Di garis finis, David Almansa keluar sebagai pemenang dengan selisih amat tipis atas Maximo Quiles. Valentin Perrone mengamankan podium ketiga, disusul Alvaro Carpe di posisi keempat. Veda Ega Pratama menutup balapan di urutan kelima dengan selisih waktu kurang dari sepuluh detik dari pemenang.

Hasil ini mungkin bukan podium, tetapi memberi sinyal penting: pembalap Indonesia kini bukan lagi sekadar peserta pelengkap di kejuaraan dunia.

Veda tampil kompetitif, berani bertarung roda ke roda dengan talenta terbaik Eropa—wilayah yang selama ini mendominasi Moto3. Ia bukan hanya bertahan di grup depan, tetapi sempat menjadi bagian dari perebutan podium hingga fase akhir lomba.

Bagi Indonesia, pencapaian ini memiliki makna lebih luas. Selama bertahun-tahun, mimpi melihat pembalap Merah Putih bersaing konsisten di level dunia sering terasa jauh. Kini, jarak itu mulai memendek.

Moto3 Thailand 2026 mungkin akan dikenang bukan sebagai hari ketika Veda naik podium, melainkan hari ketika publik mulai percaya bahwa podium itu hanya tinggal menunggu waktu.

Di Buriram, harapan itu melaju kencang—dan nyaris menyentuh garis finis lebih dulu.
Hasil Moto3 Thailand 2026:

  1. D. Almansa 32’14,186
  2. M. Quiles +0,0033.
  3. V. Perrone +9,480
  4. A. Carpe +9,573
  5. V. Pratama +9,687
  6. A. Fernandez +9,723
  7. B. Uriarte +11,068
  8. M. Morelli _11,334
  9. J. Esteban +11,541
  10. D. Munoz +11,657

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan Bareng di Lokasi Syuting, Tizza Radia Kenang Kebaikan Mendiang Babe Cabita di Film Setannya Cuan
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz, AS Perintahkan Kapal Komersial Menjauh
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, 5 Penerbangan Internasional dari Bali Dibatalkan
• 5 menit laluliputan6.com
thumb
Dubes RI Pastikan 329 WNI Terdata di Iran Aman Pascaserangan AS dan Israel
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kekayaan Nilai Religi, Histori, dan Kultur di Istanbul yang Terpahat dalam Jejak Peradaban
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.