Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Tunggu Konflik Iran-Israel Mereda

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah untuk menunda jadwal keberangkatannya di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Pemerintah meminta jemaah untuk menunggu hingga kondisi kembali kondusif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara. Pasalnya, pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil pada Minggu (1/3/2026).

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi maupun keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Danhil menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” ujarnya.

Baca Juga

  • KUH Jeddah Antisipasi Keterlambatan Penerbangan Umrah saat Situasi Timur Tengah Memanas
  • AS-Iran Memanas, 58.000 Jemaah Umrah Indonesia Berada di Arab Saudi

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tuturnya.

Adapun, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Avicent Indo Utama Bagikan 800 Paket Takjil di Jalan Basuki Rahmad Madiun
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Diamati di Indonesia, Catat Waktunya
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
OJK Bekukan Izin KGI Sekuritas Selaku Underwriter Imbas IPO IPPE
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Insanul Fahmi Akhirnya Ngaku Ancam Teman Dekat Inara Rusli, Emosi Rahasia Nikah Sirinya Dibongkar
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Simak Jadwal Blockbuster Sahur Movie Trans TV Minggu Ini: 2 - 8 Maret 2026
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.