OJK Bekukan Izin KGI Sekuritas Selaku Underwriter Imbas IPO IPPE

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

OJK menjatuhkan sanksi kepada PT KGI Sekuritas terkait penawaran umum perdana saham IPO PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE).

OJK menjatuhkan sanksi kepada PT KGI Sekuritas terkait penawaran umum perdana saham IPO PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE). (Foto: Ist)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi kepada PT KGI Sekuritas terkait penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) yang dinilai sarat masalah. Hal ini terkait keterlibatan orang dalam KGI Sekuritas dalam pemesanan jatah saham IPO IPPE.

OJK menetapkan sanksi administratif kepada KGI Sekuritas selaku Penjamin Emisi Efek (Underwriter) berupa denda senilai Rp3,4 miliar. Selain itu, perusahaan sekuritas dengan kode broker DH itu juga dibekukan izin usahanya sebagai underwriter selama satu tahun penuh sejak surat sanksi terbit.

Baca Juga:
Digugat PKPU dan Wanprestasi, Sultan Subang Mundur dari Komut ZATA dan IPPE

"Hukuman ini diberikan lantaran KGI Sekuritas terbukti melanggar Pasal 17 POJK Nomor 23/POJK.01/2019 mengenai aturan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme," kata OJK melalui keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).

Bentuk pelanggaran spesifik KGI Sekuritas adalah kelalaian dalam menjalankan prosedur Customer Due Diligence (CDD) terhadap empat investor, yakni Rachmawati, Bonaventura Jarum, Elwill Wahyuni, dan Irma Novianti. Padahal, proses CDD sangat krusial untuk mengidentifikasi dan memantau profil nasabah.

Baca Juga:
IPO Saham IPPE Bermasalah, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Miliaran Rupiah

Keganjilan terlihat jelas dari dokumen formulir pembukaan rekening efek, di mana kapasitas finansial keempat orang tersebut ternyata sangat timpang dan tidak masuk akal jika dibandingkan dengan besaran porsi pesanan saham IPO yang mereka ajukan.

Kejanggalan itu akhirnya terkuak saat OJK menelusuri jejak aliran dana pesanan saham tersebut yang rupanya bersumber dari pihak luar. Fakta mengungkap bahwa pada 3 Desember 2021, seseorang bernama Peter Rulan Isman mentransfer uang senilai Rp39,98 miliar dan Rp2 miliar kepada Susaedi Munif. 

Pada hari yang sama, Susaedi juga menampung kucuran dana Rp20 miliar dari Neneng Sukarsih, membuat total uang di tangannya membengkak jadi Rp61,98 miliar.

Uang puluhan miliar ini kemudian dipecah dan disalurkan kepada empat investor (Elwill, Irma, Rachmawati, dan Bonaventura). Mereka lantas menyetorkan dana itu ke rekening KGI Sekuritas pada 2 dan 3 Desember 2021 sebagai amunisi untuk memborong pesanan saham IPO IPPE. 

Manuver ini berujung pada diberikannya penjatahan pasti saham perdana IPPE kepada Bonaventura, Irma, dan Elwill, yang belakangan diketahui ternyata memiliki hubungan afiliasi dengan orang dalam atau pegawai KGI Sekuritas sendiri.

Terkait kasus ini, Direktur Utama KGI Sekuritas, Antony, ikut terseret. OJK menjatuhkan denda kepada Antony sebagai Rp650 juta dan dilarang beraktivitas di pasar modal selama 18 bulan ke depan sejak surat sanksi ditetapkan. 

OJK menilai sang direktur utama gagal menerapkan tata kelola perusahaan efek yang baik dan mengabaikan prinsip kehati-hatian serta tanggung jawab dalam memimpin perusahaan. OJK juga menekankan kelalaian pihak direksi yang pada akhirnya membuka celah terjadinya pelanggaran serius terkait aturan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di industri jasa keuangan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pigai Dorong Polri Pakai Restorative Justice untuk Pandji Pragiwaksono
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Seskab Teddy Bicara soal MBG dan Gaji Guru Honorer, Ditambah
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Suasana Salat Jumat Ramadan di Wilayah Konflik Gaza dan Pakistan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Desa Kesamben, Porong Sidoarjo Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau Milik CV MBA
• 7 jam lalurealita.co
thumb
NOC Indonesia Kawal Investigasi Dugaan Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.