JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto sudah memiliki bakat berpikir kritis sejak SMP dan cinta dunia filsafat.
Kegelisahannya muncul dengan mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang terlalu mendidik dengan mengatur sebagai bos, bukan mengamanatkan ajaran Ki Hajar Dewantara.
“Kok bergaya Daendels bukan Ki Hajar Dewantara,” kata Tiyo Ardianto saat berbicara di podcast YouTube Terus Terang Media.
BACA JUGA:Diroasting Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Singgung Ramalan Prabowo Indonesia Bubar 2030
Tiyo merasa beruntung ia mendapatkan cangkok cangkok alami dari lingkungan orang-orang terdekatnya karena besar di sekolah Omah Dongeng Marwah yang didirikan oleh aktivis 98.
“Dengan banyak pengalaman. Cangkok cangkok alami ini saya lewati dengan cukup beruntung. Terutama di masa SMP dan SMA,” kata Tiyo.
BACA JUGA:Jiwa Pemberontak Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kelihatan Sejak Kecil di Film Produksi Omah Dongeng Marwah
Hobi MembacaTiyo suka membaca dan menyindir Wapres Gibran Rakabuming Raka yang lebih suka baca komik.
“Meskipun wapres yang sekarang lebih suka baca komik ya,” katanya tertawa.
Ia menyebutkan buku bacaan favoritnya, ternyata memang sudah jatuh cinta dengan dunia filsafat sejak SMP.
“Saya suka baca persentuhan ini sejak SMP. Buku saya yaitu Gaya Filsafat Nietzsche Karya Romo A Setyo Wibowo,” ucapnya.
BACA JUGA:Jiwa Pemberontak Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kelihatan Sejak Kecil di Film Produksi Omah Dongeng Marwah
Kenapa Tiyo suka buku itu?
“Dan jangan dibayangkan saya paham buku itu, sesederhana, kayaknya keren deh, kita bisa omong apa yang anak-anak seusia kita gak bisa omong,” kata Tiyo.
Orang-orang di sekeliling Tiyo lah yang membuatnya bisa mendapatkan buku itu dari sebuah diskusi ketika Romo A Setyo Wibowo menjadi pembicara.
- 1
- 2
- »

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5173831/original/051249100_1742885112-WhatsApp_Image_2025-03-25_at_13.06.23.jpeg)



