Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan komitmennya untuk mendorong penguatan peran perempuan sebagai pilar pembangunan desa dan penggerak ekonomi keluarga. Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Bimbingan Teknis Reses Ramadan Religi di Dapil Jatim VII 2026.
Dalam kegiatan bertema 'Ramadan Religi, Menguatkan Negeri: Perempuan Tangguh, Berdaya, dan Keluarga Sejahtera', Ibas menyebut Ramadan bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga momentum pembentukan karakter yang memperkuat integritas, disiplin, dan solidaritas sosial.
"Puasa mengajarkan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian. Ramadan bukan hanya menguatkan iman, tetapi juga menguatkan persatuan, ekonomi, dan keluarga," tegas Edhie dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ibas juga menyoroti peran perempuan dalam pembangunan ekonomi, termasuk UMKM. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut lebih dari 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan, sementara lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi, termasuk di sektor pariwisata desa.
Namun, ia menilai masih ada tantangan yang perlu dibenahi, seperti stunting, kemiskinan ekstrem, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan akses pembiayaan dan pemasaran.
Lebih lanjut, Ibas menyampaikan empat komitmen yang disebut menjadi fokus penguatan di daerah. Pertama, penguatan ekonomi perempuan melalui akses permodalan UMKM dan ekonomi kreatif, pelatihan kewirausahaan, serta digitalisasi usaha dan pemasaran.
Kedua, pengawalan program penurunan stunting lewat edukasi gizi, penguatan posyandu, dan kolaborasi bersama PKK serta majelis pengajian. Ketiga, peningkatan literasi digital untuk mendukung komunitas pariwisata dan penggerak kesejahteraan ekonomi desa. Keempat, penguatan nilai Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Ibas juga menekankan pemberdayaan perempuan lewat organisasi dan komunitas menjadi kunci transformasi pariwisata desa. Menurutnya, bimbingan teknis, pelatihan, penguatan jejaring pemasaran, serta dukungan kebijakan yang berpihak dapat mendorong perempuan menjadi motor kesejahteraan keluarga dan kemajuan desa.
"Jika perempuan kuat, keluarga kuat. Jika keluarga kuat, bangsa ini kuat," ujarnya penuh optimisme.
Ia juga mengajak perempuan menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan dan pendidikan menuju masa depan yang lebih baik. Ia menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata desa di Dapil Jatim VII melalui kebijakan yang memperluas akses perempuan pada pelatihan, pembiayaan, serta penguatan infrastruktur.
Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Pangajoman, Ketua Kelompok Sadar Wisata Nunung Widyastuti, jajaran Fatayat NU, Muslimat NU, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, ibu-ibu PKK, majelis pengajian, serta tokoh perempuan dan masyarakat setempat.
Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan aspirasi penguatan UMKM daerah, mulai dari kebutuhan bimbingan teknis berkelanjutan bagi pelaku usaha makanan khas Ponorogo, penyediaan ruang promosi UMKM di kawasan wisata strategis seperti Benteng dan Museum Trinil, hingga strategi agar produk lokal mampu menembus pasar nasional.
Ibas menilai pengembangan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, berbasis kebutuhan daerah, serta diperkuat lewat peningkatan kapasitas, branding, dan promosi kreatif. Ia juga menekankan pentingnya pariwisata yang inklusif dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama ekonomi melalui kolaborasi pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha.
Ibas berharap reses tersebut memperkuat sinergi pusat-daerah, organisasi perempuan, dan komunitas masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata desa yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ia juga berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum yang menguatkan langkah bersama dalam membangun negeri.
(akd/ega)





