Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bandung
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung guna mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi, mulai dari sumber hingga ke tahap akhir pengolahan. Kegiatan diawali dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui aksi bersih-bersih di sekitar Pasar Simpang Dago.
Dalam kesempatan tersebut, Hanif menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), khususnya di kawasan dengan volume sampah tinggi seperti pasar tradisional. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Kita harus memulai dari rumah, pasar, dan pusat kegiatan lainnya untuk memilah sampah secara benar. Jika dikelola sejak awal, beban TPA bisa ditekan secara signifikan,”kata Hanif Faisol dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret 2026.
Selain aksi bersih, Menteri Hanif meninjau Bank Sampah Dababersih Dago yang menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Program tersebut dinilai mampu menekan volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah anorganik.
Kunjungan juga dilanjutkan ke Kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 19, Antapani Tengah. Di lokasi tersebut, ia melihat langsung pelaksanaan Program Gaslah (Petugas Pemilah Pengolahan Sampah) yang memperkuat pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Skema ini diharapkan mampu mengurangi jumlah residu yang harus diproses di fasilitas pengolahan lanjutan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Hanif turut meninjau calon lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan eks TPA Jelekong. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya menekan timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Meski berbagai inisiatif telah berjalan, berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan sampah tahun 2025, Kota Bandung masih masuk dalam daftar 253 kabupaten/kota dengan kategori pembinaan. Karena itu, Hanif menekankan pentingnya penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
“Perubahan perilaku masyarakat adalah kunci. Tanpa partisipasi aktif dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga, sistem pengelolaan yang berkelanjutan akan sulit terwujud,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi tindak lanjut komitmen pemerintah dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 untuk mempercepat pencapaian target pengurangan dan penanganan sampah nasional, termasuk menghentikan praktik open dumping dan meminimalkan residu yang masuk ke TPA.
Editor: Redaktur TVRINews





