DPR Minta Pemerintah Dampak Konflik AS-Israel dan Iran: Salah Satunya Mempengaruhi Harga Minyak

liputan6.com
7 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini meminta mengantisipasi dampak serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, yang bisa berdampak ke Indonesia. Karena itu, prinsip bebas aktif harus tetap dikedepankan.

"Saya meminta agar pemerintah Indonesia harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan hukum internasional,"  kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Ketua Komisi XI DPR Soroti Program Koperasi Merah Putih dan MBG di Probolinggo

Politikus NasDem ini mengungkapkan, dampak konflik antara AS-Israel dan Iran tersebut terhadap Indonesia tak bisa dipandang ringan.

"Dari sisi ekonomi, potensi gangguan distribusi energi global, khususnya melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan data 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kebutuhan kilang BBM sebesar 30,39% minyak mentah yang diperoleh melalui impor luar negeri," jelas dia.

"Kondisi ini akan berimbas kepada kenaikan harga energi dan berimplikasi pada beban fiskal negara, tekanan inflasi, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri," sambung Amelia.

Dia juga menyebut, ketidakpastian global akibat eskalasi konflik dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dan arus investasi. 

"Dari aspek keamanan, situasi yang memanas di Timur Tengah juga berpotensi memicu polarisasi opini publik serta dinamika sosial domestik yang perlu dikelola secara bijak melalui komunikasi publik yang akurat dan terukur," jelas Amelia.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk mengamankan rantai pasok energi kita terutama jalur maritim Indonesia.

"Juga memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketahanan energi nasional, termasuk optimalisasi cadangan strategis dan diversifikasi sumber pasokan. Termasuk menyiapkan kesiapsiagaan perlindungan warga negara Indonesia di kawasan terdampak melalui skema kontinjensi yang jelas dan respons cepat diplomatik," kata Amelia.

Sementara di tingkat internasional, ia meminta kementrian luar negeri mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil peran mediasi aktif untuk mencegah konflik meluas dan mendorong tercapainya gencatan senjata. 

"Karena DK PBB memiliki mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional, sehingga langkah diplomatik yang tegas dan kolektif menjadi krusial agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif," kata Amelia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub–Gubernur NTB Matangkan Kesiapan Lebaran 2026, Pelabuhan Lembar Disorot
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Khamenei Gugur, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Menlu Malaysia Kecam Serangan Israel ke Iran: Dunia Tidak Perlu Perang Baru
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Memperkuat Marwah Budaya Batak, Konser Road to 165 Guncang Ratusan Kota
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.