Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla alias JK menyatakan prihatin atas tindakan kejam dan tidak beretika yang dilakukan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Ini memang suatu hal yang menjadi bagian keprihatinan kita kepada masalah Amerika dengan sifat dan kekejaman yang dilakukan terhadap Iran," ujar JK di Jakarta, Minggu.
Selain itu, dia mengaku bersedih atas wafatnya Ali Khamenei akibat serangan AS bersama Israel tersebut.
"Kami tentu sangat bersedih bahwa Pemimpin Iran Ali Khamenei wafat," katanya.
Sementara itu, dia menjelaskan tindakan AS-Israel kepada Iran dinilai tidak beretika karena perundingan antarnegara terkait nuklir sedang berlangsung.
"Dari segi etik, kalau sedang berunding, jangan serang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan karena Amerika menyerang apa saja yang tidak sesuai dengan pandangan-pandangannya," ujarnya.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pada kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Kemudian, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel, dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.
Adapun Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
Pada 1 Maret 2026, pihak pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei, dan menyatakan masa berkabung 40 hari serta libur kerja selama seminggu.
Baca juga: Prabowo siap ke Iran redam eskalasi Timur Tengah
Baca juga: KBRI Teheran minta WNI waspadai serangan AS-Israel
Baca juga: MUI sampaikan duka mendalam atas gugurnya Ali Khamenei
"Ini memang suatu hal yang menjadi bagian keprihatinan kita kepada masalah Amerika dengan sifat dan kekejaman yang dilakukan terhadap Iran," ujar JK di Jakarta, Minggu.
Selain itu, dia mengaku bersedih atas wafatnya Ali Khamenei akibat serangan AS bersama Israel tersebut.
"Kami tentu sangat bersedih bahwa Pemimpin Iran Ali Khamenei wafat," katanya.
Sementara itu, dia menjelaskan tindakan AS-Israel kepada Iran dinilai tidak beretika karena perundingan antarnegara terkait nuklir sedang berlangsung.
"Dari segi etik, kalau sedang berunding, jangan serang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan karena Amerika menyerang apa saja yang tidak sesuai dengan pandangan-pandangannya," ujarnya.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pada kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Kemudian, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel, dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.
Adapun Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
Pada 1 Maret 2026, pihak pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei, dan menyatakan masa berkabung 40 hari serta libur kerja selama seminggu.
Baca juga: Prabowo siap ke Iran redam eskalasi Timur Tengah
Baca juga: KBRI Teheran minta WNI waspadai serangan AS-Israel
Baca juga: MUI sampaikan duka mendalam atas gugurnya Ali Khamenei





