Lonsum (LSIP) Cetak Laba Bersih Rp1,89 Triliun di 2025, Tumbuh 28 Persen

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP) mencatat kinerja impresif pada tahun lalu dengan mencetak laba bersih Rp1,98 triliun.

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP) mencatat kinerja impresif pada tahun lalu dengan mencetak laba bersih Rp1,98 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP) mencatat kinerja impresif pada tahun lalu, seiring dengan kenaikan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) di tengah tekanan produktivitas tandan buah segar (TBS) di perkebunan sendiri.

Emiten perkebunan sawit milik Salim Group itu membukukan laba bersih sebesar Rp1,89 triliun pada 2025. Angka tersebut tumbuh 28 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,48 triliun.

Baca Juga:
Emiten Sawit Grup Salim (LSIP) Catat Laba Rp1,25 Triliun, Naik 55 Persen Ditopang Penjualan

Lonsum mencatat penjualan  Rp5,51 triliun, meningkat 21 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp4,56 triliun. Kenaikan kinerja topline ini imbas kenaikan harga rata-rata CPO dan peningkatan volume penjualan produk-produk turunan sawit.

Laba kotor naik 14 persen menjadi Rp2,26 triliun dengan laba usaha tumbuh 30 persen menjadi Rp2,01 triliun. Perseroan juga mampu mempertahankan neraca tanpa utang hingga akhir 2025.

Baca Juga:
Penjelasan Lonsum (LSIP) dan Salim Ivomas (SIMP) soal Hutan Dijadikan Lahan Sawit

EBITDA perseroan juga tumbuh 17 persen menjadi Rp2,45 triliun. Namun, margin EBITDA turun dari 46 persen menjadi 44 persen pada 2025.

Presiden Direktur Lonsum, Agustinus Darmawan menilai, perseroan berhasil mencetak kinerja positif di tengah tantangan di sektor agribisnis, termasuk volatilitas harga komoditas, cuaca yang kurang bersahabat, dan ketidakpastian global.

"Lonsum fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Secara operasional, produksi TBS inti Lonsum turun 3 persen menjadi 1,14 juta ton. Kendati demikian,  total produksi CPO naik 2 persen menjadi 292 ribu ton seiring dengan kenaikan TBS eksternal.

Hingga akhir tahun lalu, Lonsum tercatata mengoperasikan perkebunan seluas 110.982 hektare (ha). Dari jumlah tersebut, 90.798 ha merupakan perkebunan sawit, sedangkan sisanya 16.203 ha adalah perkebunan karet dan 3.981 ha perkebunan lainnya.

CPO menjadi tulang punggung utama kinerja Lonsum di mana 95 persen penjualan berasal dari segmen ini. Untuk komoditas karet menyumbang 3 persen atas total penjualan, 1 persen bibit, dan 1 persen lainnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
YBM PLN Salurkan 45.000 Paket Ramadan, 23.000 Dibagikan di 13 Lokasi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Desak Polisi Terapkan Restorative Justice di Kasus Pandji, Menteri HAM: Dia Sudah Kena Hukum Adat
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Komisi IX DPR RI ingatkan dapur SPPG di Manokwari utamakan mutu MBG
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu AS Marco Rubio Minta Warganya Tinggalkan Iran dan Larang Bepergian ke Negara Itu
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.