JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Bekasi Timur, Ragil Pambudi, menduga air yang bercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) berasal dari air keran.
"Dugaan sementara seperti air keran atau air dari sekitar lokasi, karena di samping area ada bangunan dengan posisi lebih tinggi. Namun, ini masih dugaan dan belum bisa dipastikan," tutur Ragil Pambudi kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Pertamina Setop Pertalite di SPBU Bekasi Timur Usai Sejumlah Kendaraan Mogok
"Untuk penyebab teknisnya kami belum bisa memastikan. Nanti pihak yang lebih berwenang dari Pertamina yang akan menjelaskan," ucap Ragil.
Ragil menegaskan, pihak SPBU telah bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Baca juga: Kota Bekasi Gelar Mudik Gratis 2026, Ini Syarat dan Pendaftaranya
Seluruh kendaraan konsumen yang terdampak telah ditangani dan menjadi tanggung jawab SPBU.
Saat ini, pihak SPBU masih melakukan investigasi untuk mengetahui kronologi serta penyebab pasti tercampurnya air dalam BBM.
SPBU juga telah membuka posko pengaduan bagi pelanggan yang merasa dirugikan untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengendara di Kota Bekasi mengeluhkan sepeda motor mereka mogok sesaat setelah mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Bekasi Timur.
Pihak pengelola SPBU mengakui adanya campuran air dalam bahan bakar dan menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Threads @pujiestia mengunggah video yang memperlihatkan tangki bensin motor dikuras dan mengeluarkan cairan berwarna putih yang diduga bercampur air.
Pertamina kemudian menyampaikan bahwa penyaluran Pertalite di SPBU tersebut dihentikan sementara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang