Angkat Kearifan Lokal, Masjid Negara IKN Sajikan Bubur Nusantara Khas Samarinda

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Nusantara

Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya melalui sajian takjil khas bernama Bubur Nusantara. Setiap sore menjelang waktu berbuka, pelataran masjid diramaikan oleh warga yang antusias menantikan semangkuk bubur rempah hangat yang melambangkan kebersamaan di tengah pembangunan ibu kota baru. 

Bubur berwarna cokelat muda dengan taburan bubuk rempah keemasan tersebut dimasak selama kurang lebih satu setengah jam. Setiap harinya, sekitar 700 porsi disiapkan bagi warga yang datang untuk berbuka puasa. Kehangatan hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, namun juga menghadirkan atmosfer kekeluargaan yang kental di pelataran masjid menjelang kumandang azan Magrib.

Rempah-rempah yang diracik dalam bumbu kari menjadi kunci utama kelezatan bubur ini. Resep tersebut berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, yang diwariskan secara turun-temurun dan biasanya hanya muncul saat bulan Ramadan. Melalui sajian ini, cita rasa lokal Kalimantan Timur kini mendapatkan tempat istimewa di jantung IKN.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa kehadiran Bubur Nusantara merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengangkat kearifan lokal agar lebih dikenal luas.

“Kita mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur, harapannya semakin dikenal luas. Masyarakat umum silakan datang ke Masjid Negara. Kami ikhtiarkan tempat ini menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman,” ujar Alimuddin dalam keterangannya pada Minggu, 1 Maret 2026.

Salah satu juru masak, Muhammad Tasrik, menjelaskan bahwa kekuatan aroma kari rempah merupakan identitas utama yang membedakan bubur ini dengan jenis lainnya.

“Bumbu utamanya adalah bumbu kari yang membuat wanginya semakin tercium,” katanya sambil terus mengaduk bubur di dalam kuali besar.

Menjelang waktu berbuka, masyarakat dari berbagai lapisan mulai memadati area masjid. Pegawai, pekerja konstruksi, hingga keluarga duduk berdampingan tanpa sekat. Tidak hanya umat Muslim, masyarakat non-Muslim pun kerap terlihat hadir menikmati suasana kebersamaan Ramadan di lokasi tersebut.

Muslih, seorang pekerja housekeeping di Rusun ASN, mengaku selalu menantikan momen berbuka di Masjid Negara IKN karena suasananya yang unik.

“Seru sekali berbuka di sini. Ramai masyarakat datang mencicipi takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak banget, gurih, bikin nagih,” ujarnya.

Di tengah transformasi Nusantara, semangkuk bubur hangat ini menjadi pengingat bahwa IKN dibangun sebagai rumah bagi semua golongan. Di bawah naungan Masjid Negara IKN, keberagaman dirayakan dengan cara yang paling bersahaja, yakni duduk bersama dan berbagi rasa.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benarkah Campak Dapat Membuat Anak Sensitif Cahaya? Ini Penelitiannya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mahfuz Sidik: Serangan Israel-AS ke Iran Berpotensi Picu Perang Regional dan Gagalkan Agenda Damai
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Update Harga Pangan, Beras hingga Telur Melambung di Awal Maret 
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kala Malaysia Keteteran, RI Bisa Kebanjiran Duit
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kecewa Lihat Warganya Sering Minta Bantuan, Dedi Mulyadi Beri Sentilan Menohok: Bantuan Tidak Memperkaya Anda!
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.