Kemenlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Imbauan penundaan perjalanan ini dilakukan hingga situasi lebih kondusif demi menjaga keselamatan dan keamanan selama berada di luar negeri.

“Turut mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif,” tulis Kemlu dikutip dari akun X @Kemlu_RI, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Selat Hormuz Terancam Konflik AS–Iran, Pakar Wanti-wanti Lonjakan Harga Minyak

WNI juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Imbauan ini berlaku bagi WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat perkembangan situasi di Timur Tengah.

Kemenlu dan perwakilan RI di kawasan terus memantau situasi keamanan dan menyiapkan langkah penanganan.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.

Baca juga: Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, JK: Niat Baik, tapi Dunia Ditentukan Amerika

Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.

Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya.

Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.

Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Baca juga: Prabowo Siap Jadi Fasilitator AS–Iran, Anggota DPR: Butuh Kalkulasi Matang

Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.

Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini, kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan.

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malangnya Nasib Febri Hariyadi, Cedera Lama Kambuh Setelah Debut Bersama Persis: Harus Absen hingga 8 Bulan
• 19 jam lalubola.com
thumb
Israel Kembali Serang Iran, Teheran Diguncang Ledakan Hebat dan Timbulkan Kepulan Asap
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace usai AS-Israel Serang Iran
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Impor Pertanian dari AS tak Bebani APBN, tapi Kerja Sama B2B
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Insiden di Bandara Internasional Dubai, Empat Staf Alami Luka-luka
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.