JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), merasa tidak percaya diri soal wacana Presiden RI, Prabowo Subianto yang ingin jadi mediator upaya perdamaian antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.
Menurutnya, Konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat merupakan persoalan geopolitik yang jauh lebih besar.
BACA JUGA:Golkar DKI Gelar DINAR 1447 H, Meriahkan Ramadan dengan Lomba Mewarnai dan Kaligrafi
BACA JUGA:Perang AS-Iran Belum Kondusif, Ini Daftar Nomor Hotline yang Bisa Dihubungi WNI di Timur Tengah
Di mana, kekuatan antarnegara, terutama pengaruh besar Amerika Serikat menjadi faktor utama sulitnya perundingan damai yang setara.
"Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Ya Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika," katanya kepada wartawan, Minggu, 1 Maret 2026.
Terlebih, lanjut JK, Indonesia telah mengadakan perjanjian dengan Amerika yang menurutnya tidak seimbang.
"Dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu," tegasnya.
BACA JUGA:Pemerintah Lakukan Mitigasi Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara di Sejumlah Negara Timur Tengah
Dalam kesempatan ini, JK juga menyampaikan bahwa meski Indonesia secara geografis jauh dari pusat konflik, dampaknya tetap akan terasa, terutama di sektor energi dan perdagangan.
Kenaikan harga minyak dunia disebut sebagai dampak paling cepat terasa jika konflik berlarut-larut.
"Ya tentu karena ini di Timur Tengah, kita kepulauan jauh. Walaupun kita juga sangat prihatin bahwa bukan hanya Timur Tengah, negara Islam ini memang lagi kacau pada tahun ini," ujarnya.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, dan Kuwait merupakan pemasok penting energi global.
Jika jalur distribusi terganggu, ketersediaan bahan bakar dalam negeri bisa terdampak.
BACA JUGA:AKBP Didik Putra Kuncoro Masih Masuk Daftar Rotasi Polri, Begini Alasannya!
- 1
- 2
- »




