Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan dan harga pangan strategis di wilayah Jawa Timur tetap stabil selama Ramadan 2026.
“Perkembangan harga pangan di sejumlah pasar di Jawa Timur sepanjang Februari 2026 menunjukkan dinamika yang relatif terkendali dan cenderung stabil menjelang Ramadhan,” kata Andriko Noto Susanto Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Minggu (1/3/2026).
Berdasarkan pemantauan Tim Satgas Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan sejak 13 Februari 2026 di Pasar Pucang Anom Surabaya serta 16 dan 27 Februari di Pasar Sidoharjo Lamongan, mayoritas komoditas strategis bergerak dalam rentang wajar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Komoditas beras tercatat paling stabil. Harga beras premium berada pada kisaran Rp15.000–16.000 per kilogram di Surabaya. Di Lamongan, harga sempat berada di Rp15.000 per kilogram dan turun tipis menjadi Rp14.900 per kilogram pada 27 Februari.
Dilansir dari Antara, beras medium konsisten di level Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras program SPHP tetap Rp12.500 per kilogram. Stabilitas tersebut mencerminkan kecukupan stok dan efektivitas instrumen stabilisasi pemerintah.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras sempat naik dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram pada pertengahan Februari, sebelum kembali ke Rp40.000 per kilogram menjelang akhir bulan. Harga telur ayam ras bergerak dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, lalu terkoreksi ke Rp31.000 per kilogram.
Pada sektor hortikultura, cabai rawit merah masih berada pada kisaran tinggi Rp85.000–90.000 per kilogram akibat faktor cuaca dan pasokan dari sentra produksi. Sebaliknya, cabai merah keriting turun signifikan dari Rp40.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren penurunan bertahap.
Harga Minyakita stabil di Rp15.700 per liter di seluruh titik pemantauan, sedangkan gula pasir curah turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.
Dalam rangka menjaga stabilitas, Perum Bulog telah menyalurkan sekitar 6 juta liter Minyakita ke 2.250 titik pedagang di 160 pasar di Jawa Timur sepanjang 19 Januari hingga 26 Februari 2026.
Andriko menegaskan momentum hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Lebaran harus diantisipasi secara terkoordinasi.
“Peningkatan kebutuhan pada momen hari besar keagamaan harus diantisipasi secara terkoordinasi. Masyarakat harus merasa tenang karena seluruh ekosistem pangan bergerak dalam satu komitmen,” ujarnya. (ant/saf/faz)




