Grid.ID - Bulan suci Ramadan tengah berlangsung. Saat menjalani ibadah puasa, menahan rasa kantuk dan lemas di siang hari sering kali menjadi tantangan terbesar.
Terlebih, bagi kamu para pencinta kafein, tidak minum kopi seharian seolah menjadi cobaan tersendiri. Menjalani aktivitas di siang hari, tak jarang terasa lebih berat karena tidak ada dorongan kafein.
Tapi tunggu dulu, kamu tetap bisa tampil prima, fit, dan berenergi sepanjang hari tanpa harus mengandalkan secangkir kopi.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, M.Sc., Sp.Gk., membagikan rahasia jitu terkait hal ini. Menurutnya, agar tidak mudah diserang rasa kantuk saat berpuasa, kuncinya terletak pada manajemen kualitas tidur serta kecermatan dalam mengatur asupan nutrisi kala sahur.
1. Wajib Pilih Karbohidrat Kompleks
Rahasia pertama agar tubuh tidak gampang loyo adalah dengan memilih jenis karbohidrat yang tepat. dr. Jovita sangat menyarankan asupan karbohidrat kompleks untuk mengisi perutmu saat sahur.
“Karbohidrat yang dikonsumsi sebaiknya jenis kompleks seperti nasi, gandum, kentang, atau ubi,” katanya, Kamis (26/2/2026), seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks diproses jauh lebih lambat oleh saluran pencernaan. Alhasil, suplai energi di dalam tubuh akan dilepaskan secara bertahap, membuatmu merasa kenyang lebih lama.
2. Stop Makan Berlebihan Saat Sahur
Menyantap makanan dalam porsi jumbo saat sahur tidak akan menumpuk energi, melainkan membuat perut terasa begah dan memicu rasa kantuk yang berat setelahnya. Terlebih lagi, perut yang terlalu penuh akan membuat tidur setelah sahur menjadi tidak nyaman dan menurunkan kualitas istirahatmu.
3. Jaga Kualitas Tidur dan Coba Power Nap
Baca Juga: Benarkah Tidur Setelah Sahur Selama Ramadan 2026 Berbahaya? Ini Kata Dokter
Kunci ketiga yang tak kalah krusial adalah manajemen waktu tidur. Kebiasaan begadang hanya akan membuat tubuhmu lebih cepat lelah dan gampang menguap saat matahari terik.
Pastikan kamu mendapat porsi tidur malam yang memadai agar tubuh bisa melakukan recovery energi dengan maksimal.
Kapan Waktu yang Aman untuk Ngopi?
Secara keseluruhan, kebugaran selama berpuasa adalah hasil kombinasi dari pola makan bernutrisi, porsi yang pas, serta istirahat yang cukup. Seperti yang diwartakan Grid.ID sebelumnya, zona paling aman untuk menikmati kopi adalah sekitar dua jam setelah berbuka puasa.
Pada rentang waktu tersebut, perut sudah terisi oleh makanan utama dan lambung telah melewati proses pencernaan awal. Kadar gula darah pun sudah perlahan stabil, sehingga sistem pencernaan jauh lebih siap saat menerima paparan kafein.
Bagi kamu yang waswas jam tidurnya terganggu atau takut insomnianya kambuh akibat ngopi malam hari, kopi decaf (kopi tanpa kafein) bisa jadi alternatif yang cemerlang. Varian kopi ini menawarkan cita rasa yang sama lezatnya, tapi dengan risiko gangguan tidur yang sangat rendah. Cocok diseruput santai usai salat Tarawih tanpa khawatir harus melek sampai waktu sahur tiba.(*)
Artikel Asli



