REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Memberi ruang bagi anak yatim untuk memilih sendiri kebutuhan Lebaran dinilai memiliki dampak psikologis yang signifikan. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sandang, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan penghargaan diri anak menjelang Idul Fitri.
Program tersebut digelar Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melalui kegiatan Belanja Berkah Ramadhan di Matahari Department Store Gressmall, Gresik, pada 25 Februari 2026. Anak-anak penerima manfaat diajak langsung memilih pakaian yang akan dikenakan saat Hari Raya.
Baca Juga
Rumah Wakaf Indonesia Gelar Iftar 1.000 Anak Yatim, Soliditas Bersama Gaza di 6 Negara
Di Tengah Tugas Negara, Mentan Amran Tetap Aktif Mengajar, Bantu Biaya Kuliah Mahasiswi Yatim Piatu
Kampanye Sosial Ramadhan, Berbagi untuk Yatim Lewat Roti
Pendekatan ini menempatkan anak sebagai subjek yang memiliki pilihan, bukan sekadar penerima bantuan. Sejumlah pemerhati sosial menilai pengalaman memilih secara langsung dapat membantu anak belajar mengambil keputusan dan merasakan perlakuan yang setara di ruang publik.
Perwakilan Matahari Department Store Gressmall, Iis, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam program ini.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur Imam Muslim mengatakan, program ini digelar untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak yatim. “Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi mereka. Ini bukan hanya soal pakaian baru, tetapi tentang membangun kebahagiaan dan rasa percaya diri anak-anak yatim saat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya dalam siaran pers, Ahad (1/3/2026).
Program berbasis pengalaman seperti ini menunjukkan pergeseran pendekatan filantropi dari bantuan konsumtif menjadi penguatan aspek psikososial. Ramadhan menjadi momentum untuk memperluas dampak tersebut, dengan menempatkan anak yatim sebagai individu yang perlu diberdayakan, bukan hanya dibantu.