Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita)- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tentang 'meninggalkan zakat' yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin di acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 digelar oleh Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF.

Baca juga: Tunaikan Rukun Islam, Bupati dan Wabup Serahkan Zakat ke Baznas Kabupaten Bogor

Kegiatan yang dihelat di Jakarta pada 24 Februari 2026. Tema yang diangkat adalah "Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional".

Nasaruddin menegaskan, zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.

“Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dikutip dari situs Kemenag, Minggu (1/3).

Dia menjelaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah itu, dimaksudkan sebagai ajakan melakukan reorientasi pengelolaan dana umat. 

Baca juga: KH Ahmad Daroji : Zakat Itu Ibadah yang Bemanfaat bagi Diri Sendiri dan Masyarakat

Nasaruddin mendorong agar penguatan ekonomi syariah tidak berhenti pada pendekatan zakat semata, tetapi juga mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah.

Seperti yang sudah dilakukan di Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, di mana kementerian yang menangani wakaf mampu menjadikannya motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi umat. Menurutnya banyak negara telah menunjukkan kemajuan melalui pengelolaan wakaf yang profesional dan terintegrasi.

“Inilah model yang ingin kita pelajari dan adaptasi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat yang sudah jelas dalam ajaran Islam,” tegasnya.

Baca juga: Polres Nganjuk Salurkan Ribuan Kantong Beras Zakat Fitrah yang Terkumpul dari Anggota

Nasaruddin berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya optimalisasi seluruh instrumen dana sosial keagamaan. 

Ia juga mengajak masyarakat terus menunaikan zakat sekaligus mendukung pengembangan wakaf dan filantropi Islam secara lebih produktif dan berkelanjutan.

 
Sebelumnya, potongan video ceramah Nasaruddin di acara itu viral di media sosial. Dalam video tersebut, Nasaruddin terdengar mengatakan, "Kalau kita ingin maju sebagai umatnya, kita harus meninggalkan zakat! Zakat itu nggak populer, Quran juga tidak terlalu mempopulerkan zakat. Pada masa Nabi zakat itu nggak populer, di masa sahabat juga tidak popuper, yang populer sedakah..."kemenag

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
5 Cara Memanfaatkan Kulit Lemon untuk Bikin Masakan Makin Istimewa
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
PKB Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Soliditas Kader di Bulan Ramadan
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Lille Tak Habis Pikir Lihat Aksi Calvin Verdonk, Bek Timnas Indonesia itu Jadi Penentu Lolos ke 16 Besar Europa League
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bandara Soekarno-Hatta Pastikan Terminal Tetap Kondusif Meski Ada Cancel Penerbangan ke Timur Tengah
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.