Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Anwar Abbas dorong Rusia dan China bersatu bela Iran lawan agresi AS.
  • Unjuk kekuatan China-Rusia di Teluk dinilai krusial guna cegah kesewenang-wenangan Amerika.
  • Anwar Abbas ingatkan sejarah kegagalan militer Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.

Suara.com - Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan, Anwar Abbas, menanggapi serius konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Menyikapi agresi militer tersebut, Anwar menilai sudah saatnya China dan Rusia menunjukkan keberpihakan secara nyata dalam membela negara-negara yang dinilai tertindas oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Sudah waktunya China dan Rusia secara terang-terangan membela negara-negara yang ditindas oleh Amerika Serikat,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Menurut Anwar, jika kekuatan besar seperti China dan Rusia tidak segera bertindak, AS akan semakin bertindak sewenang-wenang terhadap negara yang menolak tunduk pada arahannya. Ia menyarankan kedua negara tersebut untuk melakukan unjuk kekuatan dengan mengerahkan armada militer mereka ke kawasan Teluk sebagai bentuk pencegahan.

“China dan Rusia perlu menggerakkan armadanya mendekati kawasan Teluk agar Amerika Serikat berpikir ulang sebelum menyerang Iran. Apalagi, AS menyadari jika terseret terlalu jauh dalam perang langsung, mereka tidak akan sanggup memenangkan pertempuran dalam jangka menengah maupun panjang,” tambahnya.

Anwar mengingatkan sejarah keterlibatan militer AS di Vietnam dan Afghanistan. Menurutnya, pengalaman di masa lalu membuktikan bahwa keunggulan teknologi persenjataan AS tidak mampu mematahkan semangat pejuang Viet Cong di Vietnam maupun kelompok Taliban di Afghanistan, hingga akhirnya memaksa militer AS mundur.

“Belajar dari sejarah, AS tentu akan berhati-hati untuk masuk terlalu dalam ke wilayah Iran. Mereka tidak akan sanggup melawan kegigihan spiritual para pemimpin dan rakyat Iran yang tidak gentar menghadapi kekuatan militer mana pun,” jelas Anwar.

Ia berpendapat, dalam situasi saat ini, Iran perlu memperkuat posisi tawar militernya guna menghentikan arogansi Washington DC dan Tel Aviv. Sinergi antara Iran, China, dan Rusia dipandang penting guna menciptakan keseimbangan kekuatan baru di kancah global.

“Kolaborasi Iran, China, dan Rusia sangat krusial bagi dunia saat ini. Publik merindukan tatanan hidup yang tenang tanpa adanya aksi bombardir sepihak dan ancaman terhadap kedaulatan kepala negara yang tidak disukai oleh kekuatan tertentu,” pungkasnya.

Baca Juga: Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan AS-Israel Bikin Ayatollah Ali Khamenei Terbunuh, Trump Sebut Berkat Kecanggihan Intelijen
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Harga BBM Vivo Revvo 92 Naik per 1 Maret 2026, Cek Daftar Lengkapnya!
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Strategi Mudik Duluan Sebelum Harga Tiket Kemahalan
• 16 jam laludetik.com
thumb
Innalillahi, Ketua KPAI sekaligus Ketum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Juventus vs AS Roma Live di ANTV: Comeback Gleison Bremer dan Paulo Dybala Ketemu Mantan
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.