Ibu bekerja kerap dihadapkan pada dilema saat anak mulai menggunakan gadget. Di satu sisi, kebutuhan ekonomi menuntut kedua orang tua beraktivitas di luar rumah. Sementara di sisi lain, ada kekhawatiran pengasuhan menjadi kurang, terutama ketika anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh.
Menurut Anggota Unit Kerja koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K), pendampingan orang tua merupakan syarat mutlak ketika anak menggunakan gadget. Idealnya, setiap momen screen time disertai interaksi dan pengawasan aktif dari orang dewasa.
Ibu Bekerja dan Tantangan Mendampingi Anak saat Screen TimeNamun, realitas keluarga sering kali tidak memungkinkan skenario ideal tersebut berjalan sepenuhnya. Kondisi ini tak jarang memunculkan rasa bersalah pada ibu bekerja.
Menurut Dr. Farid, ketika kedua orang tua bekerja, memang ada risiko pengasuhan menjadi kurang maksimal jika tidak dirancang dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang realistis agar kebutuhan tumbuh kembang anak tetap terpenuhi.
“Bagaimana skenario pendampingan ideal ini dapat dijalankan secara realistis tanpa menimbulkan beban psikologis baru pada orang tua? Mungkin ibu-ibu bekerja supaya jangan sampai, ‘’Aduh, gara-gara saya seperti ini, gara-gara saya bekerja’,” ujar dr. Farid dalam acara webinar bersama IDAI, Selasa (24/2).
-Pastikan pengasuh berperan sebagai pendamping yang aktif
Salah satu opsi adalah memastikan pengasuh berperan sebagai pendamping aktif saat anak menggunakan gadget. Pengasuh tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat dalam mengawasi konten dan membantu anak memahami apa yang diaksesnya.
-Daycare yang berkualitas
Jika pengasuh dinilai belum mampu memberikan pola asuh yang sesuai, orang tua dapat mempertimbangkan daycare berkualitas sebagai alternatif. Daycare dengan sistem dan standar pengasuhan yang baik dapat membantu memenuhi kebutuhan asuh anak, termasuk dalam pendampingan penggunaan perangkat digital.
“Dibandingkan hanya dengan pengasuh yang ketika diberi tugas ternyata tidak memberikan dengan ideal, itu saya kira alternatifnya,” tutupnya.





