BGN Pastikan Anggaran Program MBG Tidak Kurangi Pagu Kementerian Lain

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan kekhawatiran publik terkait alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut berpotensi mengganggu anggaran kementerian lain.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, alokasi anggaran masuk dalam rincian output fungsi kesehatan. 

BACA JUGA:Pandangan JK Soal Konflik Timteng: AS Serang Siapa Saja yang Tidak Sesuai Pandanganya

BACA JUGA:Soal Rencana Prabowo Jadi Juru Damai, JK: Palestina-Israel Saja Sulit Didamaikan, Apalagi AS-Iran

Untuk tahun 2026, terdapat anggaran sebesar Rp24 triliun yang dicatat dalam fungsi kesehatan oleh BGN. Namun demikian, ia memastikan anggaran tersebut tidak mengganggu pagu anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Ada anggaran Badan Gizi sebesar Rp24 triliun masuk dalam fungsi kesehatan, tetapi tidak mengganggu anggaran Kementerian Kesehatan. Terbukti dari anggaran Kementerian Kesehatan dari tahun ke tahun naik, meskipun ada Rp24 triliun untuk tahun 2026 ini fungsi kesehatan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional," tegasnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Bogor, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Sama halnya dengan alokasi untuk pendidikan, BGN memastikan tidak mengurangi jatah anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)

"Kemudian pada kelompok anak sekolah termasuk santri dan sekolah keagamaan lainnya masuk rincian output fungsi pendidikan. Makanya ada anggaran Rp223 triliun di pendidikan tapi tidak mengganggu anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena dari tahun ke tahun terus naik. Tidak mengganggu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi karena dari tahun kemarin ke tahun ini juga naik," lanjut Dadan.

BACA JUGA:Pernyataan Soal Zakat Jadi Viral, Menag Sampaikan Maaf dan Klarifikasi

BACA JUGA:Wakil Rektor UIN Jakarta: Polemik Zakat Harus Disikapi Secara Akademik

Selain itu, Dadan juga memastikan bahwa transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tetap mengalami peningkatan, bahkan naik hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kemudian juga, tidak mengganggu transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru karena dari tahun kemarin ke tahun ini naik 10 persen," ucapnya.

Fokus pada Dua Titik Kritis Tumbuh Kembang Anak

Selain itu, Dadan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada dua titik kritis tumbuh kembang manusia, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan fase usia 8–18 tahun.

Dadan menyampaikan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fase penentu perkembangan otak dan kecerdasan anak, sehingga intervensi menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Sementara itu, intervensi pada usia 8–18 tahun bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak hingga remaja.

“Anak yang lahir hari ini, 20 tahun lagi akan menjadi tenaga kerja produktif. Jika tidak diintervensi sejak sekarang, kita berisiko menghadapi generasi 2045 yang kurang berkualitas,” ujar Dadan. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
• 53 menit lalusuara.com
thumb
Akibat Konflik, Bandara Soekarno-Hatta Tunda Penerbangan ke Timur Tengah
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tim Aghni Kinarya Juarai Ramadan Cook Off di JConnect Ramadan Vaganza 2026
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Trump sebut militer AS operasi besar-besaran di Iran
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BRI Super League: Bali United Cuma Dapat Hasil Minor saat Hadapi Persijap, Masa Depan Johnny Jansen di Ujung Tanduk?
• 19 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.