jpnn.com - Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Sabtu (28/2).
Hal demikian seperti disampaikan keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta dalam keterangan pers, Minggu (1/3).
BACA JUGA: AS-Israel Serang Iran, Prabowo Diminta Berani Menegur Trump dan Netanyahu
Kedubes Iran menyatakan Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel ke lokasi sipil, termasuk sekolah serta menargetkan warga yang sedang berpuasa.
"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," demikian pernyataan resmi mereka, Minggu.
BACA JUGA: Dasco Minta Impor Pikap untuk Kopdes Ditunda, Dirut Agrinas Pangan Ungkap Diagram Rahasia
Kedubes Iran menyatakan serangan rudal AS-Israel juga merusak sekolah di wilayah Minab yang mengakibatkan 200 anak tewas.
"Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," lanjut pernyataan mereka.
BACA JUGA: Politikus PDIP Meragukan Kemampuan Prabowo Jadi Fasilitator Konflik Iran Vs AS-Israel
Kedubes Iran menyatakan AS-Israel mengeklaim membantu rakyat ketika menyerang negara beribu kota Teheran.
"Kini terlihat bagaimana mereka membantu rakyat Iran, dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan," demikian pernyataan mereka.
Kedubes Iran dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Indonesia yang ingin memediasi negara mereka dengan AS-Israel.
"Menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan AS dan rezim Zionis Israel," demikian pernyataan mereka. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




