Korut: AS Bertindak Layaknya Gangster dalam Serangan ke Iran

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Korea Utara menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Iran pada akhir pekan ini. Pemerintah Korut menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain.

Dilansir Al-Jazeera, dalam laporan resmi yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Minggu (1/3/2026), Korut menyebut tindakan kedua negara itu sebagai “agresi ilegal” dan menilai operasi tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan itu sudah diperkirakan sejak awal.

“Tindakan AS kembali menunjukkan sifat hegemonik dan perilaku yang kami sebut seperti gangster,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip KCNA, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Korut menolak segala bentuk agresi militer, terutama yang menyasar kedaulatan negara lain.

“Perang agresi oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Sementara itu, Amerika Serikat menamai operasi militernya ke Iran sebagai “Epic Fury”. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam unggahan di platform X, menyebut serangan tersebut sebagai operasi udara paling mematikan dan presisi tinggi yang pernah dilakukan negaranya.

“Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya,” kata Hegseth dalam unggahannya di platform X, Minggu (1/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump kini mengambil langkah tegas terhadap ancaman Iran.

“Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini,” tulisnya.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan AS di wilayah Semenanjung Arab.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalah di Semifinal German Open, Tiwi/Fadia Siap Maksimal di All England 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Era Marcos Jr
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Akses WiFi Dipastikan Tetap Normal saat Nyepi di Bali
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Dongkrak Harga Minyak, Ini Risikonya Bagi Fiskal RI
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Link Live Streaming MotoGP Thailand 2026: Menanti Kejutan dari Marc Marquez, Sang Juara Bertahan Siap Tebus Kesalahan di Buriram
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.