JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka atas meninggalnya, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat. Walaupun tentu juga di Iran sendiri terjadi pergolakan," katanya dalam konferensi pers di kediamanya, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026.
BACA JUGA:Penyeberangan Mudik di Kepulauan Riau Diprediksi Naik 15 Persen, ASDP Pastikan Kesiapan
BACA JUGA:Pandangan JK Soal Konflik Timteng: AS Serang Siapa Saja yang Tidak Sesuai Pandanganya
Ia mengungkapkan, pandangan sikap politik di Iran tidaklah tunggal. Melainkan terbagi menjadi 3 kelompok besar yang yang ingin perubahan reformasi.
"Banyak di Iran ada tiga kelompok, kelompok pemerintah, juga kelompok yang ingin perubahan reformasi setelah 39 tahun yang terjadi kita tahu begitu banyak demonstrasi sebulan yang lalu," ungkapnya.
Dalam hal ini, Ia menyinggung kelompok monarki yang lama dan juga kelompok yang dipimpin oleh Reza Pahlevi.
BACA JUGA:Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial
"Nah, ini dua kelompok ini tentu senang saja adanya situasi ini. Jadi tidak semua memang Iran itu ada suatu," jelasnya.
Namun demikian dengan membunuh pimpinan Ali Khamenei itu juga suatu hal yang sangat disayangkan.
"kita bersedih dan berduka karena hal tersebut," ucap JK.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang besar, JK menekankan Indonesia harus tetap menyerukan perdamaian, mendoakan agar konflik ini segera mereda, dan terus mendorong jalur diplomasi serta dialog antarnegara.
BACA JUGA:Perang AS-Iran Belum Kondusif, Ini Daftar Nomor Hotline yang Bisa Dihubungi WNI di Timur Tengah
"Karena untuk mendamaikan itu sulit sekali dan tidak mungkin kita lakukan seperti apa yang kita harapkan seperti itu," tutupnya.
Diketahui, Insiden ini bermula ketika Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, diikuti oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengonfirmasi operasi tempur besar-besaran di Iran.
- 1
- 2
- »





