Konflik Timur Tengah Ancam Kenaikan Biaya Logistik

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Serangan militer AS-Israel terhadap Iran dan retaliasi lanjutan akan mengganggu jalur distribusi rantai pasok global dan mendorong kenaikan harga komoditas energi. Bahkan, jika eskalasi juga ikut menarik berbagai negara besar lainnya terlibat berpotensi mendestabilisasi ekonomi global.
  Baca juga: Ali Khamenei Tewas, Pemerintah Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
Dewan Penasihat CILT Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan “Major Combat Operations” yang dilakukan AS-Israel terhadap Iran mengancam stabilitas politik dan ekonomi dunia, dimana secara spesifik dari sisi logistik dan rantai pasok dunia dipastikan terganggu jika perdamaian tidak terwujud di Timur Tengah. 
 
“Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara. Terlebih retaliasi Iran saat ini melakukan blokade di Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak dan gas utama dari Timur Tengah ke berbagai negara,” tegas dia. 
 
Sebagai informasi, dampak langsung serangan militer di Timur Tengah ini terlihat pada kenaikan harga minyak WTI dan Brent yang menyentuh masing-masing USD67 dan USD72,8 pada Sabtu lalu (28/2). 

Selain itu, setidaknya terdapat enam negara utama eksportir minyak yang akan terdampak langsung jalur distribusinya apabila retaliasi Iran memilih menggunakan Selat Hormuz sebagai pilihan operasi militer, yaitu Arab Saudi, Irak, UAE, Kuwait, Qatar, serta Iran sendiri. Sebaliknya, disrupsi impor minyak berbagai negara seperti India, China, Jepang, dan kawasan Asia Tenggara yang berasal dari keenam negara utama ini ikut terdampak.
 
Yukki melanjutkan eskalasi konflik Timur Tengah ini akan mendorong inflasi harga energi lebih tinggi, menekan daya beli konsumsi masyarakat, menahan turunnya suku bunga global, melemahkan kepercayaan pasar, bahkan menekan daya tahan fiskal berbagai negara dunia. 
 
“Sepanjang tahun 2025 lalu kondisi ekonomi global sudah penuh berbagai tekanan, khususnya dari goncangan tarif dagang AS. Jika konflik ini berkepanjangan, niscaya pelemahan lanjutan pada pertumbuhan ekonomi di berbagai negara juga terjadi akibat dari kenaikan harga komoditas energi yang tinggi dan ongkos logistik yang meningkat,” tegas dia.  Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia Yukki menilai setidaknya terdapat dua dampak langsung jangka pendek terhadap perekonomian Indonesia akibat ketegangan di Timur Tengah. 
 
Pertama, kenaikan harga impor minyak. Sebagai negara net importir, Indonesia akan menghadapi peningkatan biaya subsidi energi dan tekanan terhadap defisit fiskal. Pada satu sisi, jika harga acuan minyak dunia melebihi asumsi APBN, maka perlu ada penyesuaian yang menyebabkan beban APBN membesar, belum lagi dampak lanjutan pada inflasi dan biaya logistik yang meningkat. 
 
Kedua, volatilitas nilai tukar Rupiah akibat arus modal keluar (capital outflow). Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung beralih ke aset aman seperti dolar AS dan emas. Tekanan jual di pasar saham dan obligasi domestik dapat melemahkan Rupiah, yang pada gilirannya memperbesar beban impor dan tekanan inflasi. Kondisi ini bisa mendorong Bank Indonesia untuk menjaga suku bunga tetap tinggi demi stabilitas nilai tukar. 
 
“Kedua hal ini perlu menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia agar segera mengkalkulasi kesiapan dalam menghadapi berbagai skenario lanjutan dari konflik ini bila berkepanjangan. Tentunya, kami berharap konflik ini tidak berkepanjangan dan stabilitas kawasan Timur Tengah segara terjadi.” tutup Yukki. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernyataan Trump dan Netanyahu soal Serangan ke Iran
• 18 jam laludetik.com
thumb
Inter Milan Tak Terbendung! 8 Kemenangan Beruntun, Scudetto di Depan Mata?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
9 Rekomendasi Glamping Terbaik di Bandung yang Wajib Dikunjungi
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Peran 3 Debt Collector Penusuk Advokat di Tangerang, 2 Masih Diburu
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.