Beasiswa LPDP, Investasi Talenta Unggul yang Masih Terus Berbenah  

kompas.id
14 jam lalu
Cover Berita

Berkuliah di luar negeri, apalagi di perguruan tinggi top dunia, merupakan kemewahan. Tak sampai satu persen dari jumlah total mahasiswa Indonesia bisa kuliah di luar negeri. Saat negara berinvestasi pada talenta terbaik bangsa dengan membiayai kuliah mereka di luar negeri, ada harapan besar investasi ini berdampak bagi kemajuan bangsa.

Karena itu, mereka yang berburu kuliah di luar negeri dengan beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), wajib mengabdi untuk negeri. Sebab, beasiswa tersebut berasal dari dana abadi pendidikan yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

Keberadaan mereka tidak sekadar untuk kepentingan dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari talenta global yang mendukung brain circulation atau peredaran talenta unggul untuk kepentingan bangsa dan dunia.

Baca JugaPolemik Beasiswa LPDP

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pendidikan, Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Achmad Adhitya, dalam webinar Scholarship Talk 2026 bertajuk ” Peran Alumni Beasiswa : Mengabdi dan Berdampak untuk Indonesia”, di Jakarta, pada Sabtu (27/2/2026), mengatakan  mereka yang kuliah di luar negeri merupakan  kelompok terpilih dari saringan super ketat. 

Jumlah mahasiswa di Indonesia tahun 2025 sekitar 8,3 juta orang, dan kurang dari satu persennya atau 59.000 mahasiswa kuliah di luar negeri. Penerima beasiswa LPDP sejak 2013 berjumlah lebih dari 58.000 orang, dan alumninya 32.000 orang. “Seharusnya alumni punya tanggung jawab lebih dari orang lain karena menerima investasi itu,” kata Adhitya.

Adhitya memahami jika ada tuntutan bagi penerima beasiswa LPDP untuk berkontribusi bagi negeri. Bahkan, ia yang berkesempatan mendapat beasiswa di luar negeri yang bukan LPDP, tetap merasa terpanggil untuk berkiprah bagi negeri, dengan pulang kembali ke Indonesia.

Namun, Adhitya mengatakan nasionalisme itu jangan diharapkan muncul dengan sendirinya. Sikap tersebut tetap harus dibentuk dan disalurkan sehingga orang makin paham arti tanggung jawab yang dipikul.

Terkait tuntutan mengabdi pada bangsa bagi para penerima beasiswa LPDP, perlu dipikirkan cara membangun ruang bagi mereka mengenal Indonesia lebih dalam. “Jangan paksa mereka kalau tidak berkontribsui artinya tak nasionalis, tapi beri ruang bagi mereka,” kata Adhitya.

” Jangan disangka saat pulang ke Indonesia, mudah bagi alumni beasiswa LPDP mencari pekerjaan. Gelar pendidikan dari luar negeri bukan berarti mudah diterima perusahaan atau tempat kerja lain. Tiap orang punya pergulatan masing-masing. Kita perlu bersama-sama memikirkan caranya,” kata Adhitya.

Selain itu, indikator berkontribusi atau berdampak yang dilakukan alumni beasiswa LPDP perlu ditetapkan agar banyak pihak tak berdebat soal alumni berkontribusi atau tidak. Sebab, kesempatan kuliah di luar negeri tak hanya mendapat nilai akademik bermutu, tapi juga paparan budaya negara maju yang memperkuat karakter unggul dirinya.

“Ketika dia pulang ke Indonesia, semestinya kemampuan akademik, skills (kemampuan), dan paparan budaya di negara maju membuat dirinya makin lengkap. Lebih dari 32.000 alumni penerima beasiswa LPDP seharusnya jadi bahan bakar amat bagus untuk memajukan bangsa,” kata Adhitya.

Sementara Direktur Utama LPDP Sudarto mengutarakan, beasiswa LPDP terbuka bagi semua anak bangsa. Mereka yang berlatar bekalang keluarga kaya hingga miskin (melalui afirmasi), sama-sama mempunyai akses, sehingga mereka dapat ambil bagian untuk berkontribusi bagi negeri.

Penyaluran beasiswa LPDP juga melalui kementerian atau lembaga lain. Ada Beasiswa Garuda yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beasiswa Talenta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Beasiswa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan beasiswa dari Kementerian Agama. Selain beasiswa gelar, ada beasiswa nongelar.

Lebih dari 32.000 alumni penerima beasiswa LPDP seharusnya jadi bahan bakar amat bagus untuk memajukan bangsa.

Menurut Sudarto, pengiriman talenta terbaik negeri ini berkuliah di perguruan top dunia bertujuan untuk menyiapkan talenta unggul yang dapat menghasilkan cara-cara baru berkreativitas dan berinovasi. Sebab, Indonesia butuh lompatan produktivitas untuk menjadi negara maju.

“Tanpa penguasaan teknnologi dan sumber daya manusia (SDM) kelas dunia, kita tidak bisa naik kelas. Mereka merupakan diaspora global yang menjadi bagian brain circulation,” kata Sudarto.

Penyesuaian

Oleh karena itu, LPDP memahami perlunya penyesuaian dalam memaknai pengabdian ketika sudah lulus kuliah dengan beasiswa LPDP. Seusai lulus kuliah, terbuka kesempatan bagi alumni menggali pengalaman dengan skema magang atau berwirausaha di lembaga atau perusahaan top dunia.

“Bisa magang  atau berwirausaha hingga dua tahun setelah lulus, namun dengan persetujuan LPDP sesuai syarat yang ditetapkan. Kewajiban berkontribusi tetap dipenuhi,” kata Sudarto.

Selain itu, terdapat kondisi tertentu di mana alumni dapat berada di luar negeri selama masa pengabdian. Misalnya ditugaskan lembaga atau perusahaan secara resmi di luar negeri.

Hasil pengukuran dampak beasiswa LPDP atau return on scholarship investment (ROSI) menyebutkan, ROSI ekonomi 2,53; ROSI sosial 1,63; dan ROSI pola pikir 1,23 atau totalnya 5,39 kali lipat dari nilai awalnya.

Dari 32.876 orang alumni, sebagian besar bekerja di sektor publik  (guru, tenaga pendidik, dosen, peneliti, TNI, Kepolisian Republik Indonesia) yakni sekitar 66,5 persen. Sementara 35 persen dari jumlah total alumni bekerja di sektor privat (Badan Usaha Milik Negara/Badan usaha Milik Daerah, swasta, wirausaha, dan lembaga swadaya masyarakat).

Adapun hasil penelusuran studi LPDP untuk hasil karya mencatat, 66 persen alumni menghasilkan publikasi ilmiah sebagai peneliti utama. Saat ini 75 persen dari jumlah total alumni bekerja di sektor formal, 5 persen berwirausaha, dan 20 persen lebih lainnya (melanjutkan studi, magang, dan pekerja lepas).

Di bidang wirausaha, alumni penerima beasiswa LPDP umumnya sebagai pemilik perusahaan atau CEO yang memiliki jumlah karyawan 1-5 orang. Sementara kompetensi utama yang dimiliki yakni keingintahuan tinggi.

Dalam mengoptimalkan alumni LPDP, menurut Sudarto, pihaknya terus memperbaiki bentuk kontribusi di Indonesia dengan penekanan pada dampak nyata, bukan sekadar kehadiran fisik.

Selain itu, para alumni penerima beasiswa tersebut berperan memperkuat jejaring internasional serta akses teknologi frontier (Artificial Intelligence atau akal imitasi, bioteknologi, dan desain chip) yang masih terbatas di dalam negeri namun krusial bagi masa depan Indoensia.

Baca JugaKontribusi Penerima Beasiswa LPDP Disorot 

Hal lain terkait pendekatan talenta global dan diaspora. “Isu ini tak hanya soal brain drain (perpindahan para pakar ke negara lain), tapi juga brain circulation dan global talent chain (rantai global talenta). Kami mempelajari praktik diaspora China dan Korea Selatan, serta mengembangkan model sanksi lebih tepat dan adaptif,” tuturnya.

Amanah rakyat

Penerima beasiswa LPDP merupakan kelompok terpilih yang berkesempatan menempuh pendidikan dengan pembiayaan APBN. “Ini bukan sekadar beasiswa tapi merupakan amanah semua rakyat Indonesia. Tanggung jawab tak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi kepada bangsa. Jadi integritas diuji saat memenuhi komitmen,” kata Sudarto.

Asisten Deputi Pendidikan Mengengah dan Tinggi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Maman Wijaya, menambahkan, saat membahas soal kontribusi penerima beasiswa LPDP, seharusnya dampak yang diberikan lebih besar daripada mahasiswa yang studi tanpa beasiswa.

Baca JugaDana Abadi Pendidikan yang Dikelola LPDP Terus Berkembang

Untuk itu sistem seleksi penerimaan mesti diperkuat yakni calon penerima beasiswa harus memiliki nasionalisme tinggi. Sebab, beasiswa LPDP merupakan investasi bangsa yang tidak hanya membiaya kuliah talenta unggul bangsa, tapi juga membangun kepemimpinan masa depan.

“Seharusnya ekosistem Beasiswa LPDP bertumbuh lebih baik. Sebab, para alumninya diharapkan jadi mesin pertumbuhan negeri dengan memiliki banyak talenta unggul berdaya saing global yang berintegritas," ujarnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Amerika Soroti Sikap FIFA yang Tidak Langsung Tegas Putuskan Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Celios Ungkap Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Ekonomi RI
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Dua Dirjen Kemen PU Mundur Usai Ditemukan Kerugian Negara Rp1 Triliun oleh BPK, Ini Kata Menteri PU
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
TNI Tuntaskan Pemulihan SDN di Tapanuli Tengah, Aktivitas Belajar Dapat Berjalan Normal
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Ready to Go to Tehran If Agreed by Warring Parties
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.