Celios Ungkap Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Ekonomi RI

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan sederet dampak eskalasi konflik di Timur Tengah, akibat serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran yang direspons dengan serangan balasan oleh Teheran, terhadap perekonomian Indonesia, mulai dari kenaikan harga energi hingga gangguan jalur perdagangan internasional.

Sebagaimana diketahui, konflik di Iran kian memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu mengakibatkan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang telah memerintah lebih dari tiga dekade.

Celios menyebut, perang di Timur Tengah itu berisiko mengakibatkan harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan. Pasalnya, harga minyak mentah jenis Brent sejak awal 2026 sudah naik 20,7% menjadi US$72,8 per barel.

"Skenario terburuknya, harga minyak dunia berpotensi naik menjadi US$100 hingga US$120 per barel," tulis Celios melalui akun Instagram resminya, dikutip pada Minggu (1/3/2026).

Sebagai negara importir bersih minyak, Indonesia berpotensi merasakan tekanan ketika harga minyak dunia meningkat. Dalam simulasi APBN 2026, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel di atas asumsi APBN yang dipatok US$70 per barel diperkirakan dapat menambah beban belanja negara sekitar Rp10,3 triliun.

Perlu diketahui, sebanyak 20% kapal pengangkut minyak dunia melintasi Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Rata-rata volume pengiriman bulanan minyak mentah yang melalui Selat Hormuz berkisar 2—4 juta metrik ton per Februari 2026.

Baca Juga

  • Suasana Tenang Kota Amman Yordania Sehari Jelang AS-Israel Serang Iran
  • Perang AS-Israel vs Iran Bakal Dorong Permintaan Aset Safe Haven, Harga Emas Makin Naik?
  • Sederet Strategi Pemerintah untuk Redam Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Indonesia

Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga memicu kekhawatiran terjadinya fenomena 'flight to quality', yakni pergeseran portofolio investor dari aset berisiko ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas. Kondisi tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupiah sehingga pelemahannya dapat semakin dalam.

Terlebih, Celios menyebut fenomena gold rush masih terjadi. Harga emas global naik 48,4% dalam 6 bulan terakhir, salah satunya dipicu oleh memanasnya tensi konflik di Timur Tengah.

Di tengah terganggunya rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah, Celios juga menyoroti potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok seperti ayam, telur, beras, dan sayuran, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kondisi tersebut dinilai berisiko menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah, sehingga pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income) berpotensi semakin menyusut. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Lancarkan Serangan Balasan, Israel Masuk Status Darurat Khusus
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Media Iran Laporkan Khamenei Masih Hidup, Pimpin Perang Lawan AS-Israel
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Peringati HUT Ke-48, Jasa Marga Percepat Transformasi "Infra as Structure" Menuju "Infra as Culture" dalam Mewujudkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Usai Khamenei Tewas, Trump Sebut Diplomasi dengan Iran akan Lebih Mudah
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iran Umumkan Serang 27 Pangkalan AS di Timur Tengah
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.