Dubai: Serangan balasan Iran terhadap target di kawasan Teluk menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 11 lainnya di Uni Emirat Arab (UEA), serta menyebabkan gangguan besar pada transportasi udara internasional.
Otoritas Abu Dhabi mengatakan sebuah drone yang menargetkan Bandara Internasional Zayed berhasil dicegat, namun serpihannya menyebabkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka.
Di Dubai, Bandara Internasional Dubai (DXB) mengalami kerusakan akibat sebuah insiden yang melukai empat staf, menurut otoritas setempat yang dikutip media BBC, Minggu, 1 Maret 2026.
Gangguan tersebut memaksa ribuan penerbangan dibatalkan atau dialihkan, menjadikannya salah satu gangguan perjalanan terbesar sejak pandemi Covid-19.
Serangan Iran juga memicu ledakan di sejumlah kota Teluk, termasuk Doha, Dubai, dan Manama.
Iran menggunakan rudal balistik dan drone untuk menargetkan fasilitas militer dan lokasi strategis yang terkait dengan Amerika Serikat, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal, meskipun serpihan menyebabkan kerusakan.
Di Dubai, serpihan rudal yang dicegat memicu kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, salah satu pelabuhan tersibuk di dunia.
Hotel mewah di Palm Jumeirah, termasuk Fairmont The Palm dan Burj Al Arab, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan drone.
Di Bahrain, bandara dilaporkan mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran drone, sementara Garda Revolusi Iran mengatakan telah menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama.
Sementara itu, di Oman, dua drone dilaporkan menyerang Pelabuhan Duqm dan melukai seorang pekerja.
Serangan ini menandai meluasnya konflik di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta dampaknya terhadap ekonomi global dan transportasi internasional.
Baca juga: Qatar Tutup Ruang Udara, WNI Laporkan Suara Ledakan di Doha




