Teheran (ANTARA) - Media lokal Iran, mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sekolah perempuan di Iran selatan mencapai sekitar 160 orang.
Dilaporkan Xinhua, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kantor kepresidenan Iran pada Sabtu (28/2), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk serangan udara tersebut dan menyebutnya "tidak manusiawi".
Pezeshkian juga mendesak semua pusat bantuan dan medis serta pejabat terkait di wilayah tersebut untuk memprioritaskan "perawatan segera dan tanpa gangguan" bagi para korban luka dan keluarga mereka dengan memobilisasi semua sumber daya.
Kantor berita semiresmi Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara tersebut mencapai 85 orang.
Dilaporkan Xinhua, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kantor kepresidenan Iran pada Sabtu (28/2), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk serangan udara tersebut dan menyebutnya "tidak manusiawi".
Pezeshkian juga mendesak semua pusat bantuan dan medis serta pejabat terkait di wilayah tersebut untuk memprioritaskan "perawatan segera dan tanpa gangguan" bagi para korban luka dan keluarga mereka dengan memobilisasi semua sumber daya.
Kantor berita semiresmi Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara tersebut mencapai 85 orang.





