REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Ahad bahwa mereka telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Balasan ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.
“Kapal induk AS Abraham Lincoln diserang oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal. Garda memperingatkan bahwa “darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
Baca Juga
PKB Nilai Dibunuhnya Khamenei Jadi Momentum Evaluasi Keterlibatan Indonesia di BoP
Iran Balas Hujani Israel dengan Rudal, Sembilan Tewas Puluhan Tertimbun
Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan, Tangisi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei
USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk bertenaga nuklir Amerika, yang oleh Angkatan Laut disebut sebagai “kapal perang terbesar di dunia.” Kapal ini merupakan sepuluh kapal induk bertenaga nuklir di AS, yang dikenal sebagai kelas Nimitz.
Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang 333 meter, dapat mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan, termasuk 65 pesawat dan beberapa rudal, menurut Angkatan Laut AS.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
USS Abraham Lincoln dikirim ke kawasan Teluk menjelang akhir bulan Januari sebagai bagian dari apa yang oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai “armada” yang dipindahkan ke wilayah tersebut “untuk berjaga-jaga” ketika ketegangan meningkat akibat tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa yang marah terhadap perekonomian negara tersebut.