Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, meyakini Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi simbol masa depan. Yakni, Jakarta sebagai kota global.
Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan pusat hiburan Ancol serta denyut ekonomi Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikan stadion bertaraf internasional ini sebagai aset vital yang harus terintegrasi secara sempurna.
“Saya meyakini bahwa masa depan Jakarta ada di tempat ini. Lokasi ini sangat vital. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Jakpro menghubungkan stadion ini dengan kawasan Ancol melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO),” ujar Pramono saat membuka JIS Ramadan Festival 2026 di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga :
Pramono Ingin Tak Ada Jarak Antara JIS dan Warga SekitarPramono mengakui bahwa tantangan terbesar JIS saat menggelar ajang besar, baik laga Persija, Timnas Indonesia, hingga konser internasional, adalah kemacetan. Kehadiran JPO JIS-Ancol dirancang sebagai solusi konkret agar penonton dapat memanfaatkan kantong parkir di kawasan Ancol yang mampu menampung puluhan ribu kendaraan.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan stasiun KRL khusus tepat di bawah stadion.
“Ini akan menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi ketika ada event di stadion ini. JIS merupakan kebanggaan dan stadion bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga Jakarta, baik untuk sepak bola maupun hiburan konser,” tegas Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Dirut PT Jakpro Iwan Taknwin meninjau JIS Festival Ramadhan 2026 di Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: ANTARA/Mario Sofia Nasution.
Senada dengan visi Gubernur, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menjelaskan bahwa pembangunan JPO tersebut tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga kearifan lokal. Desain jembatan tersebut terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang dipadukan dengan ornamen Gigi Balang serta corak loreng macan.
“JPO JIS–Ancol melambangkan persatuan, kejujuran, dan keberanian. Pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun tetap berakar pada nilai lokal. Desainnya mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” jelas Iwan.
Pada malam hari, JPO ini akan dilengkapi dengan sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion, sehingga menciptakan lanskap visual ikonik baru di utara Jakarta. Integrasi infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga memberikan pengalaman ruang yang unik bagi pengunjung yang datang ke kawasan olahraga dan wisata tersebut.




