Korban Terduga Kekerasan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing Bertambah, Ini Respons Menpora Erick

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan keprihatinan mendalam dan kecaman keras atas bertambahnya jumlah atlet yang diduga menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual dalam lingkungan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) panjat tebing. Sesuai keterangan yang disampaikan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), korban yang melapor kini bertambah dari delapan menjadi sepuluh atlet.

“Keselamatan, martabat, dan masa depan atlet adalah prioritas utama. Tidak ada tempat bagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga Indonesia termasuk pelatnas yang seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang dan berkembangnya para atlet terbaik Tanah Air. Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan,” kata Menpora Erick dalam keterangan resminya pada Ahad (1/3/2026).

Baca Juga
  • Menpora Bangga Anggar Indonesia Tunjukkan Peningkatan di Level Asia
  • Menpora Erick: Tak Ada Ampun bagi Pelaku Pelecehan Atlet, Siap Dihukum Seumur Hidup
  • FPTI Apresiasi Langkah Kemenpora Buka Saluran Pengaduan Atlet Korban Kekerasan

Menpora juga memastikan para atlet yang melapor akan mendapatkan perlindungan penuh dari segala bentuk intimidasi maupun tekanan. Ia juga menjamin hak dan kelangsungan karier mereka tidak akan dirugikan.

“Negara berpihak pada atlet, melindungi kerahasiaan identitas pelapor dan memberikan perlindungan penuh bagi mereka dari segala bentuk tekanan, intimidasi, termasuk juga perlindungan untuk kelangsungan karier mereka. Kami juga mendorong agar pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang dapat diberikan untuk menjaga masa depan para korban,” ujar Menpora.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menpora berharap kasus ini menjadi momentum untuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di pelatnas. Ini termasuk memperkuat mekanisme pengawasan, sistem pelaporan yang aman dan rahasia, serta penerapan kebijakan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.

Ia mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran semua pihak. Penyelesaian kasus, kata Menpora, bukanlah titik akhir karena sistem harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Ini momentum untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola perlindungan atlet. Kita harus memastikan bahwa olahraga Indonesia bersih, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata Menpora Erick menegaskan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Tanda-Tanda Kiamat dalam Islam, Dalil Hadis dan Tafsir Al-Qur’an
• 18 menit laluviva.co.id
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Donggala Sulteng, Getaran Terasa hingga Palu dan Sigi
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Pernyataan Soal Zakat Jadi Viral, Menag Sampaikan Maaf dan Klarifikasi
• 11 jam laludisway.id
thumb
AS dan Israel Gempur Iran, Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Terpopuler Bola 1 Maret: Pascal Struijk Diserbu Fans Garuda, Bung Ropan Puji John Herdman, Wonderkid Berdarah Jawa
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.