KOMPAS.com – Universitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa pria beralmamater kuning yang viral karena menunjuk-nunjuk polisi saat demonstrasi di depan Mabes Polri bukan bagian dari mahasiswa UI.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria mengenakan jas almamater kuning berteriak dan menunjuk-nunjuk aparat kepolisian.
Baca juga: Momen Mahasiswa Tunjuk-tunjuk dan Teriak ke Polisi Saat Demo di Mabes Polri
Atribut tersebut memicu dugaan publik bahwa yang bersangkutan merupakan mahasiswa UI.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyampaikan bahwa kampus telah melakukan penelusuran identitas secara menyeluruh.
Baca juga: UI Tegaskan Pria Viral Berteriak ke Polisi saat Demo Bukan Mahasiswanya
Pengecekan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) UI serta penelusuran data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
“Berdasarkan hasil komunikasi dan pengecekan bersama BEM FIA UI serta penelusuran pada PDDIKTI, dapat dipastikan bahwa individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswa Universitas Indonesia,” tegas Erwin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Hasil penelusuran itu menunjukkan bahwa pria dalam video terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi lain.
UI juga menyatakan keberatan atas penggunaan jas almamater kuning yang identik dengan identitas kampus.
Menurut Erwin, penggunaan simbol institusi tanpa hak dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Penggunaan atribut tersebut berpotensi merugikan nama baik lembaga.
“Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta mencemarkan nama baik lembaga dan pihak-pihak yang tidak terkait,” sambung dia.
Selain itu, UI menegaskan bahwa tindakan provokatif dalam demonstrasi tidak sejalan dengan nilai-nilai akademik yang dijunjung kampus, seperti integritas, nalar kritis, serta penghormatan terhadap hukum.
Sebelumnya, dalam video yang beredar luas, pria berinisial SB terlihat menunjuk jari ke arah seorang anggota polisi yang tengah berjaga saat demonstrasi mahasiswa di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026).
Aksi tersebut sempat memicu ketegangan sebelum akhirnya ia ditarik menjauh oleh rekan-rekannya.
Usai aksi, SB mengungkapkan alasannya bersikap demikian. Ia mengaku mengenali salah satu anggota polisi yang bertugas saat itu.
Menurut SB, aparat berinisial S pernah melakukan kekerasan terhadap dirinya dalam aksi demonstrasi pada Agustus 2025.
“Waktu sebelum Affan Kurniawan dilindas, saya mau masuk ke GBK Arena sama temen 12 orang. Dia meriksa, saya tanya ‘Polisi bukan?’ enggak dijawab, saya langsung didorong, dijatuhin ke tanah, dipukul,” jelas SB kepada wartawan, Jumat.
SB menyebut sempat dibantu oleh polisi lain dalam peristiwa tersebut. Ia juga mengklaim telah merekam wajah aparat yang diduga pernah memukulnya itu.
Dalam aksi yang sama, ratusan mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak hukuman berat terhadap Bripda MS terkait kasus kematian pelajar AT di Tual, Maluku, serta meminta evaluasi dan reformasi di tubuh Polri. (Penulis: Reporter Hanifah Salsabila|Editod: Larissa Huda)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




