Puluhan Orang Tewas di Myanmar karena Serangan Udara oleh Militer

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Warga berusaha memadamkan api setelah terjadinya serangan udara oleh militer yang berkuasa di desa Kyauk Ni Maw, di kota Ramree, yang juga disebut Yanbye, di negara bagian Rakhine, Myanmar, Rabu, 8 Januari 2025. Pada Minggu, 1 Maret 2026, militer Myanmar menyerang wilayah Magway yang menewaskan lebih dari dua lusin orang. (Sumber: The Arakan Army via AP)

YANGON, KOMPAS.TV — Serangan udara oleh militer Myanmar di persimpangan perdagangan di wilayah Magway, Myanmar, menewaskan lebih dari dua lusin orang dan melukai 20 lainnya. Peristiwa ini dikonfirmasi oleh kelompok perlawanan dan media online independen negara tersebut pada Minggu (1/3/2026).

Serangan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan udara yang sering dan mematikan yang menargetkan pasukan pro-demokrasi bersenjata dan kelompok bersenjata etnis di negara tersebut. Serangan tersebut sering menyebabkan korban sipil.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, yang memicu penentangan rakyat secara luas. 

Setelah demonstrasi damai ditumpas dengan kekerasan mematikan, banyak penentang pemerintahan militer mengangkat senjata, dan sebagian besar wilayah negara kini terlibat dalam konflik.

Baca Juga: Partai Pro-Junta Menang Pemilu Myanmar, Militer Siapkan Badan Baru untuk Pertahankan Kekuasaan

Menurut Ko Myat, juru bicara Batalyon Distrik Thayet No. 4, yang beroperasi di Magway, Serangan udara terjadi di dekat desa Pyaung, sebelah barat kota Mindon. Serangan tersebut terjadi sebanyak dua kali pada Minggu pagi.

Ia mengatakan bahwa dua jet tempur mengebom sebuah titik perdagangan di jalan, tempat penduduk setempat dan pengemudi truk memuat dan menukar barang. Setidaknya 25 orang, termasuk dua wanita, tewas dalam serangan tersebut. Selain itu, sekitar 14 kendaraan terbakar atau rusak akibat ledakan.

“Kami sedang melakukan operasi pencarian, penyelamatan, dan kremasi,” kata Ko Myat seperti dikutip dari The Associated Press.

Media Myanmar, termasuk Mizzima, melaporkan jumlah korban tewas antara 20 dan 25 orang. Mereka juga memposting foto dan video yang menunjukkan gambar mayat dan kendaraan yang rusak.

Militer belum menyebutkan adanya serangan di Mindon, sekitar 320 kilometer barat laut Yangon, kota terbesar di negara itu.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : The Associated Press

Tag
  • serangan udara
  • serangan militer
  • myanmar
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menuju 45 tahun, SMANSA 81 Gelar Beragam Kegiatan Sosial dan Buka Puasa Bersama
• 22 jam laluharianfajar
thumb
40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Era Marcos Jr
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Masjid Suro Palembang, Jejak Perlawanan dan Masjid Tertua di 30 Ilir | KOMPAS SIANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Menbud Hadiri Bedah Film SANFFEST Ramadan, Dorong Santri Berkarya
• 10 jam laludetik.com
thumb
Nenek Tua Temukan Batu Senilai Rp 19 Miliar, Dipakai Ganjal Pintu
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.