ARSENAL berhasil menjaga momentum dalam perburuan gelar juara Liga Premier Inggris setelah menundukkan Chelsea dengan skor 2-1 di Emirates Stadium. Dua gol yang berawal dari skema sepak pojok menjadi kunci keberhasilan skuad asuhan Mikel Arteta untuk kembali unggul lima poin di puncak klasemen.
Sebelumnya, Manchester City sempat memberikan tekanan hebat dengan memangkas selisih menjadi dua poin saja. Namun, Arsenal menunjukkan mentalitas juara dengan menjawab tantangan tersebut lewat performa yang disiplin, meski sempat kesulitan membongkar pertahanan The Blues.
Dominasi Corner yang MematikanSetelah awal laga yang cukup alot, kebuntuan pecah pada menit ke-21. Memanfaatkan umpan sepak pojok Bukayo Saka, sundulan Gabriel Magalhaes yang mengarah ke William Saliba justru mengenai lengan Mamadou Sarr sebelum bersarang ke gawang Chelsea.
Baca juga : Arsenal vs Chelsea, Gol Larut Kai Havertz Antarkan the Gunners ke Final Piala Liga
Chelsea sempat memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum. Umpan silang Reece James memaksa Piero Hincapie melakukan gol bunuh diri. Namun, keajaiban bola mati Arsenal kembali muncul di babak kedua. Pada menit ke-66, Jurrien Timber menyambut sepak pojok Declan Rice untuk mengunci kemenangan 2-1.
Gol Timber tersebut merupakan gol ke-16 Arsenal dari situasi sepak pojok musim ini. Sebuah rekor yang menyamai catatan terbaik dalam sejarah Premier League.
Disiplin Jadi Masalah ChelseaHarapan Chelsea untuk mengejar ketertinggalan sirna setelah Pedro Neto menerima kartu merah 20 menit jelang laga usai. Sang penyerang diusir wasit setelah menjatuhkan Gabriel Martinelli saat Arsenal sedang melancarkan serangan balik cepat.
Baca juga : Link Live Streaming Arsenal vs Chelsea Semifinal Carabao Cup, Klik di Sini!
Ini merupakan kartu merah ketujuh bagi Chelsea di liga musim ini. Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya seolah "membakar diri" dengan tindakan indisipliner. Kekalahan ini membuat Chelsea semakin tertinggal dari rival seperti Manchester United dan Liverpool dalam perebutan zona Liga Champions.
"Disiplin adalah kunci, namun Chelsea kembali menunjukkan kerentanan saat transisi dan bola mati," ujar pengamat sepak bola Nizaar Kinsella.
Mentalitas Calon JuaraMeskipun tidak tampil dalam performa terbaiknya sepanjang 90 menit, Arsenal menunjukkan karakter kuat. Kemenangan ini membawa mereka mengoleksi 64 poin, unggul lima angka dari Manchester City (meski Arsenal memainkan satu laga lebih banyak).
Kini, para pendukung Meriam London semakin optimis menatap gelar juara liga pertama mereka sejak tahun 2004. Keunggulan dalam situasi set-piece terbukti menjadi senjata rahasia yang sulit diredam oleh tim manapun di Inggris saat ini. (BBC/Z-2)




