Penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia menjadi salah satu berita populer di akhir pekan, Minggu (1/3). Selain itu, proyek uranium Iran yang bisa membuat bom nuklir juga ramai dibaca.
Untuk lebih jelasnya, berikut ringkasan berita populer tersebut:
Iran Tutup Selat Hormuz
Pemilik kapal tanker, perusahaan minyak, hingga perusahaan perdagangan kini menahan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) yang melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, Angkatan Laut Inggris menilai perintah tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan meminta kapal tetap melintas dengan kewaspadaan tinggi. Meski lalu lintas belum sepenuhnya berhenti, perusahaan pialang Poten & Partners mencatat gangguan meningkat cepat dalam beberapa hari terakhir.
Selat Hormuz sendiri menjadi jalur krusial bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, terutama ke Asia.
Qatar, salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia, mengirimkan hampir semua LNG-nya melalui selat tersebut.
Berdasarkan analisis Bloomberg, China menjadi negara yang paling bergantung pada minyak yang transit di Selat Hormuz. Sebanyak 38 persen minyak mentah dari Selat Hormuz diangkut ke China, disusul India 15 persen, Asia lainnya 14 persen, Korea Selatan 12 persen, dan Jepang 11 persen.
Cadangan Uranium Iran Cukup untuk Buat Sekitar Selusin Bom Nuklir
Ambisi nuklir melalui proyek uranium Iran menjadi salah satu sumber ketegangan negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. AS dan Israel sejak lama memandang Iran yang memiliki senjata nuklir sebagai ancaman eksistensial.
Mengutip Bloomberg pada Minggu (1/3), saat terakhir kali inspektur International Atomic Energy Agency (IAEA) dapat mengakses cadangan uranium Iran, mereka menemukan bahwa Iran telah mengumpulkan 441 kilogram uranium yang ditingkatkan hingga 60 persen.
"Angka itu meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan Februari 2025. Jika diproses lebih lanjut, jumlah itu cukup untuk membuat sekitar selusin bom nuklir," tulis laporan Bloomberg.
Namun, status terkini persediaan tersebut belum jelas. Iran memang tetap memiliki pengetahuan teknis yang memungkinkan negara itu membangun kembali program nuklirnya dengan relatif cepat.
Uranium alami terutama terdiri dari dua isotop yakni U-238 dan U-235. Isotop U-235 penting untuk reaksi fisi yang dibutuhkan baik untuk pembangkit listrik tenaga nuklir maupun senjata, tetapi kadarnya rendah dalam bijih uranium mentah.





