Serangan AS-Israel pada Ahad (1/3/2026), telah menargetkan salah satu gedung milik Channel 2 dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), lembaga penyiaran resmi Iran. Gedung ini berlokasi di Jalan Alvand, Teheran.
Baca Juga
Diplomasi Rendang Bantu Masyarakat dan Lestarikan Budaya
Hasil Pekan-28 Liga Primer Inggris: MU Naik Ketiga, Arsenal Jaga Jarak dari Kejaran Man City
Sulut Dukung Indonesia Jadi Peringkat Satu Dunia SGIE
Meskipun diserang, IRIB menyatakan siarannya tetap mengudara. Mereka menyebutkan bahwa penayangan saluran-salurannya, termasuk Channel 2, terus berlangsung tanpa gangguan. Tidak ada hambatan yang dilaporkan dalam transmisi televisi secara keseluruhan.
Melaporkan perkembangan tersebut, Tasnim News Agency mengatakan bahwa siaran televisi saat ini berjalan normal. Tim teknis di lembaga penyiaran nasional sedang menilai potensi kerusakan akibat serangan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Tindak lanjut dengan departemen pengembangan teknologi IRIB menunjukkan bahwa hanya terjadi gangguan singkat. Sementara para pemirsa disarankan untuk memindai ulang perangkat penerima mereka guna memulihkan akses ke saluran televisi.
Departemen tersebut menyatakan bahwa saluran televisi tidak mengalami masalah atau gangguan dan tetap menjalankan operasi rutin mereka. Selain itu, tidak ada kerusakan yang terjadi pada studio televisi.
Para pengamat menggambarkan serangan itu sebagai satu lagi “kejahatan perang” yang terjadi sebagai bagian dari gelombang agresi terbaru tanpa provokasi oleh rezim Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Agresi tersebut telah memicu setidaknya delapan gelombang serangan balasan tegas terhadap berbagai target musuh di seluruh kawasan.
Rezim tersebut juga pernah menyerang kantor pusat IRIB di Teheran pada Juni 2025 lalu, yang menyebabkan gugurnya sedikitnya tiga jurnalis yang tergabung dengan lembaga penyiaran tersebut.