Jakarta, ERANASIONAL.COM — Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menyerang dengan menggunakan empat rudal balistik ke kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk kelas Nimitz kelima milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal ini dilengkapi dengan jet tempur siluman F-35 generasi terbaru yang dirancang untuk menghindari deteksi radar musuh.
“Kapal induk AS Abraham Lincoln diserang oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal. Garda memperingatkan bahwa “darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
Pernyataan IRGC menyatakan bahwa angkatan bersenjata telah memasuki “fase baru” konflik militer dan operasi di darat dan laut akan ditingkatkan.
Bantah Kapal Induk Terkena Rudal Baliatik
Komando Pusat AS membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln terkena rudal balistik. Mereka mengatakan bahwa kapal tersebut tidak terkena serangan dan rudal tersebut “bahkan tidak mendekat.”
CENTCOM menambahkan bahwa kapal induk tersebut “terus meluncurkan pesawat untuk mendukung… membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran.”
Dua Drone Iran Serang Gudang Pangkalan Laut
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan adanya insiden yang melibatkan dua drone Iran yang menyerang gudang di Pangkalan Angkatan Laut Al-Salam, Abu Dhabi.
Dilansir dari Aljazeera, serangan ini menyebabkan kebakaran di dua kontainer yang menyimpan bahan umum, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kami mengutuk keras agresi terang-terangan dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional,” ujar Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan resminya.
Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa setidaknya dua serangan menarget pangkalan militer di Abu Dhabi, meskipun tidak menjelaskan motif di balik aksi tersebut.





