Stade Brestois menunjukkan performa luar biasa dalam lanjutan Ligue 1 dengan memetik kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Metz di Stade Saint-Symphorien. Hebatnya, kemenangan ini diraih Les Pirates meski mereka harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam pertandingan.
Hasil ini memperparah penderitaan Metz yang kini terpuruk di dasar klasemen setelah menelan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir. Sebaliknya, tambahan tiga poin membawa Brest merangsek ke papan tengah dan kini hanya terpaut lima poin dari zona enam besar.
Drama Kartu Merah di Babak PertamaMetz memulai laga dengan agresif karena menyadari status mereka sebagai juru kunci. Dalam 10 menit pertama, mereka nyaris unggul lewat aksi Alpha Touré. Namun, peluang emas tersebut gagal berbuah gol setelah kapten Brest, Brendan Chardonnet, melakukan blok krusial. Touré kembali membuang peluang saat sundulannya dari jarak dekat melambung di atas mistar meski tanpa pengawalan.
Baca juga : PSG vs Metz: PSG Tekuk Metz 3-0, Les Parisiens Manfaatkan Kekalahan Lens
Petaka bagi Brest datang sebelum pertengahan babak pertama. Daouda Guindo menerima kartu merah langsung setelah wasit Jérémy Stinat meninjau monitor VAR. Guindo dianggap melakukan pelanggaran berbahaya terhadap Koffi Kouao. Meski unggul jumlah pemain, Metz gagal memanfaatkannya. Mereka justru hampir kebobolan sebelum jeda saat tendangan Kamory Doumbia membentur mistar gawang Metz.
Efektivitas Ajorque Jadi PembedaMemasuki babak kedua, Metz mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan tim tamu. Kiper Brest, Grégoire Coudert, dipaksa melakukan penyelamatan gemilang saat menepis tendangan keras jarak jauh Jean-Philippe Gbamin. Masalah penyelesaian akhir kembali menghantui tuan rumah ketika sundulan Habib Diallo dari jarak dekat meleset dari sasaran.
Keasyikan menyerang, Metz justru dihukum oleh efektivitas serangan balik Brest pada menit ke-69. Berawal dari umpan panjang yang diarahkan ke kotak penalti, Brendan Chardonnet menyundul bola ke arah Ludovic Ajorque. Dengan tenang, Ajorque mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tembakan keras yang membungkam pendukung tuan rumah.
Situasi KlasemenManajer Metz, Benoît Tavenot, melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengejar ketertinggalan, namun pertahanan kokoh Brest tetap tak tergoyahkan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Brest untuk bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa. Sementara bagi Metz, harapan untuk bertahan di Ligue 1 kian menipis. Mereka kini tertahan di posisi buncit dan terpaut lima poin dari zona playoff degradasi, yang saat ini menjadi target paling realistis untuk menyelamatkan musim mereka. (Flash Score/Z-2)





