Senormalnya seseorang yang berpuasa Ramadan, tentu kamu merasakan lapar dan haus. Setelahnya, setelah seharian berpuasa, godaan untuk “balas dendam” saat berbuka terasa sangat kuat.
Meja penuh gorengan, minuman manis, dan makanan berat membuat kita ingin mengambil semuanya sekaligus. Akibatnya, perut terasa begah, cepat lemas, bahkan berat badan naik tanpa terasa.
Mengatur porsi makan saat Ramadan bukan berarti menahan diri secara ekstrem, tetapi belajar mendengarkan kebutuhan tubuh. Berikut empat cara yang bisa bantu kamu menikmati berbuka dan sahur tanpa berlebihan.
1. Mulai dengan Pola Buka BertahapMakan dengan bertahap/ Foto: Freepik.com/freepik
Setelah sekitar 12–14 jam tidak makan dan minum, tubuh membutuhkan penyesuaian. Langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar dapat membuat sistem pencernaan “kaget”. Karena itu, cobalah untuk menerapkan pola buka bertahap.
Awali dengan air putih untuk menghidrasi tubuh. Tambahkan satu atau dua kurma atau camilan ringan. Setelah itu, beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum masuk ke makanan utama. Jeda ini memberi kesempatan pada otak untuk menerima sinyal kenyang dari lambung.
Sering kali, keinginan makan berlebihan muncul karena kita makan terlalu cepat. Dengan pola bertahap, kamu memberi ruang bagi tubuh untuk menilai apakah benar-benar lapar atau hanya terbawa suasana. Hasilnya, porsi makan cenderung lebih terkontrol.




