Otoritas bursa Uni Emirat Arab memerintahkan penutupan pasar sahamnya pada hari Senin (2/3) dan Selasa (3/3). Penutupan dilakukan setelah negara tersebut terguncang oleh serangan rudal dan drone balasan Iran, sebagai tanda meningkatnya gangguan ekonomi yang melanda Teluk.
Otoritas Pasar Modal UEA mengatakan Bursa Efek Abu Dhabi dan Pasar Keuangan Dubai akan tetap tutup pada tanggal 2 dan 3 Maret, dengan alasan peran pengawasan dan pengaturannya atas pasar modal negara tersebut.
"Otoritas akan terus memantau perkembangan di kawasan ini dan menilai situasi secara berkelanjutan, mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan," kata otoritas dalam pernyataan resmi yang dikutip Senin (2/3).
Kedua bursa UEA tersebut merupakan tempat bagi beberapa perusahaan terdaftar paling berharga di kawasan ini. Penutupan tersebut membuat aset terdaftar senilai miliaran dolar tetap dalam penangguhan karena investor menunggu kejelasan tentang skala kerusakan akibat serangan pada Sabtu dan Minggu lalu.
Pada hari sebelumnya sejumlah titik di UEA turut mendapat serangan dari Iran dengan alasan wilayah tersebut merupakan bagian dari proxy Amerika Serikat. Serangan Iran menghantam bandara, pelabuhan, dan daerah pemukiman di seluruh UEA dan wilayah Teluk yang lebih luas.
Pasar saham di kawasan Teluk yang dibuka pada hari Minggu (1/3) mengalami penurunan tajam. Indeks acuan Arab Saudi turun lebih dari 4% pada pembukaan, Oman turun 3% dan indeks utama Mesir merosot 5,44%, sementara Kuwait menangguhkan perdagangan sepenuhnya.
Semua pihak disarankan untuk mengikuti saluran resmi Otoritas Pasar Modal UEA, ADX, dan DFM untuk mendapatkan informasi terbaru tentang dimulainya kembali perdagangan.




