JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla menyoroti kondisi negara-negara Islam yang tengah mengalami berbagai konflik.
Mulai dari Pakistan dengan Afghanistan, Yaman dengan Arab Saudi, hingga situasi di Suriah.
BACA JUGA:Beda Jalur Bisnis Dwi Sasetyaningtyas dan Irawati Puteri Alumni LPDP, Start Up Hukum vs Green Business!
BACA JUGA:Manchester United Kepincut ‘Rodri Baru’ Stuttgart, Real Madrid Siap Tikung Lewat Klausul Rp267 Miliar
Terbaru Amerika Serikat (AS) berama Israel menyerang Iran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam hal ini, Ia bersyukur jika Indonesia hingga saat ini dalam kondisi relatif aman dibandingkan banyak negara lain.
"Pakistan-Afghanistan berperang. Yaman-Saudi berperang. Syiria dengan yang lainnya berperang. Yaman kacau. Jadi kita bersyukur bahwa Indonesia ini aman dibanding negara Islam yang lain. Karena itu kita harus menjaga itu, bahwa jangan terjadi antara kita. Itu harus kita jaga," katanya dalam konfenrensi pers di kediamanya, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Maret 2026.
Berkaca banyaknya konflik di negara Islam. JK mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam negeri dengan mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat.
BACA JUGA:Gawat! Ada 4 Kapal Pertamina di Timur Tengah saat Konflik Iran vs AS-Israel Berkecamuk
BACA JUGA:Aturan dan Jadwal Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 2 Maret 2026, Semakin Ketat Ada ETLE
"Maka itu kita menjaga situasinya, menyerukan kita ini apalagi pemerintah, pemerintah harus menjaga situasi, pemerintah memberikan keadilan kepada masyarakatnya, memberikan kedamaian kepada masyarakatnya," harapnya.
Menurutnya, ketidakadilan dan kebijakan yang tidak proporsional dapat memicu gejolak sosial. Hal itu berdasarkan banyaknya protes ke pemerintah akan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.
"Sekarang ini timbul begitu banyak protes ke pemerintah dengan kegiatan-kegiatan yang sangat tidak seimbang. Nah, hal-hal inilah yang bisa menyebabkan masalah di suatu bangsa adanya ketidakadilan, adanya ketidakseimbangan, adanya masalah-masalah," tegasnya.
Oleh karena itu, JK berharap kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang seimbang, guna menghindari konflik internal.
"Ya kita harap Indonesia khususnya pemerintah menjalankan pemerintahan yang adil dan juga mengayomi orang memberikan prioritas masyarakat yang baik supaya jangan terjadi seperti di negara lain itu," harapnya.





