PAN Desak Pemerintah Prioritaskan WNI di Situasi Konflik Timur Tengah

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia, mendesak pemerintah RI menjadikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai prioritas utama buntut konflik bersenjata berskala besar antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, upaya keselamatan WNI, baik yang berada di Iran maupun di kawasan sekitarnya, tidak bisa ditunda.

"Pemerintah harus selalu siap untuk melakukan rencana kontingensi dan memfasilitasi evakuasi WNI kita ke tempat aman sebagai bentuk langkah antisipatif yang matang. Kesiapan ini tidak hanya untuk mereka yang berada di titik pusat konflik, tetapi juga harus mencakup pengetatan pengamanan bagi seluruh WNI di sekitarnya, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara-negara Teluk," kata Farah kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Israel Klaim Jatuhkan 1.200 Bom di Iran dalam Sehari

Farah mengapresiasi Kemlu RI dan KBRI Tehran yang telah menerapkan status Siaga 1 bagi 329 WNI di Iran. Namun, dia mendorong pemerintah menyiagakan langkah pelindungan ekstra dan menyeluruh seiring cepatnya eskalasi.

Selain itu, Farah juga menyoroti dampak eskalasi terhadap mobilitas warga negara, khususnya para jemaah WNI yang sedang atau hendak pulang dari ibadah umrah. Dia meminta pemerintah RI segera dapat memastikan keamanan jalur udara dan kelancaran kepulangan para jemaah ke Indonesia.

"Konflik ini tentu berdampak langsung terhadap keamanan rute penerbangan jemaah WNI yang hendak pulang dari ibadah umrah. Untuk itu, kami meminta kementerian terkait untuk segera berkoordinasi secara intensif dengan otoritas penerbangan dan maskapai guna memastikan keamanan jalur udara dan kelancaran kepulangan para jemaah kita ke Tanah Air," tambahnya.

Baca juga: AS-Israel Serang Iran, Prabowo Siap Mediasi ke Teheran

Lebih lanjut, Farah mendukung inisiatif diplomasi tingkat tinggi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator konflik. Menurutnya, inisiasi itu sebagai bentuk upaya mencegah risiko krisis lebih luas.

"Kami mendukung penuh inisiatif Presiden RI untuk memfasilitasi dialog. Dengan kredibilitas yang kita miliki, Indonesia siap menjadi mediator demi mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang lebih luas," pungkas Farah.




(fca/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor Melonjak 18%, Neraca Perdagangan Januari 2026 Anjlok Jadi US$ 950 Juta
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Arsenal Tumbangkan 10 Pemain Chelsea, Semua Gol Tercipta Lewat Sepak Pojok
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Guru Honorer NTT Sudah Terima Penetapan Tunjangan Profesi Sebelum Viral
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Panglima TNI, Menteri hingga Gubernur Jakarta Melayat ke Rumah Duka Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Israel Gempur Pusat Teheran Senin Pagi Ini
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.