Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pakan ternak dan unggas, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) membukukan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025 yang berimbas positif terhadap raihan laba perseroan.
Merujuk laporan keuangan 2025 yang diaudit, penjualan neto JPFA mencapai Rp60,71 triliun atau lebih tinggi 8,8% year-on-year (YoY) dari Rp55,8 triliun pada 2024.
Penjualan neto itu bersumber dari peternakan komersial Rp24,51 triliun, pakan ternak Rp15,78 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp10,64 triliun, budidaya perairan Rp5,13 triliun, pembibitan unggas Rp3,54 triliun, perdagangan dan lain-lain Rp2,3 triliun, kemudian dikurangi potongan penjualan Rp1,21 triliun.
Pada 2025, JPFA juga membukukan kenaikan beban pokok penjualan dari Rp44,58 triliun pada 2024 menjadi Rp47,52 triliun.
Pada saat yang sama, beban pokok penjualan Japfa mencapai Rp2,69 triliun, beban umum dan administrasi Rp4,34 triliun, beban lainnya Rp251,08 miliar, beban keuangan Rp804,86 miliar, serta beban pajak penghasilan Rp1,2 triliun.
Di sisi profitabilitas, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Japfa atau laba bersih JPFA mencapai Rp4 triliun pada 2025. Capaian itu naik 32,63% YoY dari Rp3,01 triliun pada 2024.
Alhasil, laba per saham JPFA juga meningkat dari Rp260 menjadi Rp344.
Pada akhir 2025, JPFA menggenggam total aset Rp40,06 triliun. Adapun, total liabilitasnya Rp20,04 triliun dan total ekuitasnya Rp20,01 triliun.





