JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Hafiz Mahendra (25), pengendara mobil Calya, menjadi sorotan usai lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Selain menyebabkan kecelakaan, Hafiz diketahui memiliki senjata tajam dan pelat nomor tanda kendaraan bermotor (TNKB) palsu di mobilnya.
Saat diinterogasi kepolisian, Hafiz mengelak. Dia bilang itu punya kakaknya.
Namun polisi masih curiga pada Hafiz lantaran tak membawa surat-surat mengemudi dan diduga memalsukan KTP.
Baca juga: Bukan Cuma Lawan Arah, Sopir Calya Simpan 3 Pelat Bodong dan KTP Palsu
Ada sajam dan pelat palsu
Pengendara bernama Hafiz Mahendra telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam di mobilnya yang melawan arah.
Polisi menemukan dua senjata tajam dan satu senjata api mainan. Selain itu juga ditemukan empat pelat TNKB, yang tiga di antaranya adalah palsu.
Namun saat diinterogasi, Hafiz mengaku tak tahu tentang keberadaan senjata tajam berikut dengan pelat palsu itu.
“Kalau dia (pengemudi) bilangnya enggak tahu ada senjata tajam dan pelat palsu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Setelah diinterogasi lebih jauh, Hafiz mengaku bahwa sajam dan pelat palsu itu milik kakaknya yang diduga berada di luar Jakarta.
“Dia ngakunya punya kakaknya. Tapi masih kami telusuri, karena kakaknya belum kami temui. Kan dia yang membawa, dia bisa ngomong apa saja,” tutur Roby.
Untuk memverifikasi pengakuan Hafiz, saat ini polisi tengah mencari keberadaan kakak Hafiz untuk diminta keterangan.
Pengakuan Hafiz ini masih dicurigai polisi lantaran aksinya yang kabur ketakutan saat melawan arah dalam perjalanannya menuju Ancol dan melihat polisi hari itu.
Ditambah lagi, ia diduga memalsukan KTP berdomisili Sidoarjo dan tidak membawa surat-surat mengemudi seperti SIM dan STNK.
“Katanya mau ke Ancol, mau liburan, terus takut sama polisi. Kami juga masih mencurigai kenapa dia seperti itu,” kata Roby.
Baca juga: Pengemudi Calya yang Diamuk Warga Ngaku Sajam dan Pelat Palsu Punya Kakak