Kilau Harga Emas Mentereng di Tengah Konflik AS-Israel dengan Iran

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Chicago: Harga emas melonjak lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia pada Senin, 2 Maret 2026, karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Dilansir dari Investing.com, harga emas spot naik 2,1 persen menjadi USD5.387,55 per ons, mencapai level tertinggi sejak akhir Januari. Kontrak Berjangka Emas AS naik 2,8 persen menjadi USD5.394,91.

Pasar bereaksi terhadap eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah. Pembunuhan tokoh paling berpengaruh di Iran meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas dan potensi gangguan terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat penting.

Pasukan Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada hari Minggu, dengan rudal dan pesawat menargetkan infrastruktur komando dan pertahanan udara. Teheran menanggapi dengan serangan rudal lebih lanjut ke wilayah Israel dan pangkalan AS di Teluk.

Baca Juga :

Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Imbas Konflik AS-Iran
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
  Permintaan emas melonjak Guncangan geopolitik tersebut memicu pergerakan klasik "risk-off" di pasar, dengan saham merosot dan harga minyak mentah melonjak, memperkuat permintaan emas sebagai penyimpan nilai.

"Mencoba mengukur sejauh mana pergerakan itu jelas cukup sulit, meskipun saya akan menandai USD5.400 per ons diikuti oleh rekor tertinggi akhir Januari di USD5.595 per ons sebagai level kunci yang perlu diperhatikan ke arah atas," kata Strategis Riset Senior di Pepperstone Michael Brown.

“Perkembangan akhir pekan ini memperkuat argumen fundamental yang kuat untuk emas, yang akan tetap menjadi penerima manfaat dari arus masuk aset aman di dunia yang semakin tidak pasti, dengan permintaan ritel dan cadangan yang besar juga memberikan dorongan positif,” katanya.

Brown juga melihat potensi pergerakan menuju angka USD6.000 per ons pada akhir tahun.

Harga emas telah naik hampir 25 persen tahun ini, didukung oleh risiko geopolitik, pembelian bank sentral, dan taruhan pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 1,3 persen menjadi USD95,15 per ons, sementara platinum naik 0,3 persen menjadi USD2.396,11 per ons.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Mobilisasi 100.000 Tentara Cadangan di Tengah Agresi ke Iran
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tirta Bhagasasi Targetkan 1,2 Juta Warga Bekasi Terlayani Air Bersih 2027
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Makin Panas! Trump usai 3 Prajurit AS Tewas di Operasi Militer terhadap Iran: Kami Akan Balas
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mulai Besok, Wakil Indonesia Siap Bertarung di All England 2026
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Libur Lebaran dan Kegiatan Sekolah Selama Puasa 2026, Catat Semua Tanggalnya Sekarang
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.