Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Bagi siswa beragama Islam, sekolah dapat mengisi aktivitas dengan tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, hingga diskusi tematik seputar akhlak dan ibadah. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga membiasakan praktik ibadah secara konsisten, membangun disiplin, serta menanamkan rasa empati terhadap sesama.
Siswa non-Muslim pun tetap mendapatkan ruang pembinaan rohani sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing. Dengan pendekatan yang inklusif, seluruh peserta didik tetap memperoleh hak belajar yang setara, sehingga suasana pendidikan tetap harmonis dan menghormati keberagaman. Sekolah menjadi tempat di mana nilai-nilai toleransi dan saling menghargai dapat terinternalisasi sejak usia dini.
Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga diharapkan dapat menyelenggarakan aktivitas sosial dan edukatif. Contohnya meliputi berbagi takjil, penyaluran zakat atau donasi, santunan kepada anak yatim atau yang membutuhkan, serta lomba dan kompetisi bernuansa religi seperti lomba adzan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan cerdas cermat keagamaan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitarnya.
Beberapa sekolah mulai mengimplementasikan metode kreatif untuk membuat pembelajaran Ramadan lebih menarik. Misalnya, proyek “Satu Hari Tanpa Gadget”, yang mendorong siswa untuk fokus pada interaksi sosial dan kegiatan produktif. Ada juga program kelas inspiratif di mana siswa berbagi pengalaman spiritual, refleksi pribadi, dan cerita tentang amal kebaikan yang telah dilakukan. Pendekatan seperti ini membantu peserta didik memahami makna ibadah dan nilai moral secara lebih mendalam, bukan sekadar formalitas.
Pemerintah menekankan pentingnya pembiasaan karakter positif melalui program-program unggulan seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini mengajarkan kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan empati, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan sosial yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan integrasi antara pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan aktivitas spiritual, diharapkan siswa mampu berkembang secara utuh — dari aspek intelektual, emosional, hingga spiritual.
Baca Juga
- Daftar Long Weekend Bulan Maret 2026, Ada Libur 7 Hari Berturut-turut
- Kalender Maret 2026: Jadwal Libur, Tanggal Merah, dan Cuti Bersama!
- Jadwal Lengkap Libur Sekolah Selama Ramadan dan Lebaran 2026
Di beberapa daerah, kegiatan sosial siswa selama Ramadan sudah menunjukkan dampak positif yang nyata. Misalnya, kelompok siswa di kota-kota besar membentuk program berbagi takjil untuk warga kurang mampu dan pengendara di jalan. Tidak jarang siswa juga melakukan kampanye donasi buku atau perlengkapan sekolah bagi anak-anak kurang beruntung. Kegiatan seperti ini menumbuhkan kesadaran sosial dan rasa syukur, sekaligus mempererat hubungan antar-siswa dan masyarakat sekitar.
Jadwal Resmi Sekolah dan Libur Ramadan 2026- 18–20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan
- 23 Februari–16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah
- 23–27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadan / Idulfitri
Skema ini menunjukkan bahwa selama Ramadan, tidak ada libur penuh selama satu bulan. Siswa tetap menjalani kegiatan belajar, tetapi dengan pendekatan yang lebih fleksibel, menekankan pembinaan karakter dan nilai-nilai spiritual. Pemerintah daerah serta satuan pendidikan diminta menindaklanjuti kebijakan ini dengan pengaturan teknis yang adaptif sesuai kondisi wilayah masing-masing. Substansi kebijakan nasional tetap menjadi acuan utama yang tidak boleh diubah.
Tips Memanfaatkan Ramadan di Sekolah- Bagi guru: Buat jadwal pembelajaran yang ramah puasa, misalnya mengurangi kegiatan fisik berat dan menekankan diskusi kreatif.
- Bagi siswa: Gunakan waktu Ramadan untuk refleksi diri, menulis jurnal kebaikan harian, dan mengikuti kegiatan sosial.
- Kegiatan keluarga dan sekolah: Mengintegrasikan aktivitas di sekolah dengan program keluarga, misalnya membuat proyek amal bersama atau lomba kreativitas bertema Ramadan.
Dengan pendekatan ini, Ramadan bukan hanya menjadi bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk membangun karakter, memperdalam spiritual, dan menumbuhkan kepedulian sosial pada generasi muda.


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2018%2F01%2F30%2Fcd87c3f7-4fe0-44c1-8d4f-e2012ad107a4_jpeg.jpg)


