- Kapolri ingatkan dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi nasional Indonesia.
- Listyo Sigit dorong investasi kondusif guna hadapi tekanan ekonomi global saat ini.
- Stabilitas keamanan jadi modal utama jaga pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan adanya dampak serius dari konflik global terhadap perekonomian Indonesia. Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan keamanan di dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Listyo Sigit usai menghadiri acara buka puasa bersama KSBSI di Tribrata, Jakarta, Minggu (1/3/2026). Ia menekankan bahwa ketegangan geopolitik dunia tidak bisa dianggap jauh dari Indonesia karena imbasnya dapat langsung menyentuh sektor ekonomi nasional.
"Konflik ini mau tidak mau akan berdampak pada situasi di dalam negeri. Implikasinya tentu akan terasa pada masalah ekonomi kita," ujar Listyo Sigit.
Oleh karena itu, Kapolri mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersiap menghadapi tekanan global dengan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Menurutnya, salah satu strategi kunci adalah memastikan iklim investasi di Indonesia tetap aman dan kondusif bagi investor asing maupun domestik.
"Kita harus menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, salah satunya dengan mendorong iklim investasi yang kondusif," tambahnya.
Listyo Sigit juga mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program Asta Cita serta kebijakan hilirisasi Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional guna menghadapi ancaman perlambatan global.
"Kebijakan ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, terutama saat beberapa industri mulai terdampak oleh tantangan global," tuturnya.
Dari sisi keamanan, Kapolri menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat mutlak bagi pergerakan ekonomi.
"Pembangunan dan pertumbuhan hanya bisa terwujud jika stabilitas keamanan terjaga. Keamanan adalah modal utama kita," tegas Listyo.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Pecah, Harga Emas Bersiap Rp3,4 Juta Per Gram
Sebagaimana diketahui, ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.




