Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya mendapatkan ajakan negosiasi damai dari kepemimpinan baru di Iran. Hal ini terjadi usai kematian dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dikutip dari The Atlantic, Trump mengaku telah menyetujui permintaan negosiasi tersebut dan berencana melakukan komunikasi dalam waktu dekat dengan pihak dari Iran.
Baca Juga: Kata Trump, Konflik Iran-Amerika Serikat (AS) Diproyeksi Berlangsung Empat Pekan
“Mereka ingin berbicara, dan saya setuju untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka,” kata Trump.
Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci siapa pejabat yang akan diajak berbicara. Ia juga tidak memastikan kapan komunikasi tersebut akan dilakukan.
Trump sendiri menambahkan bahwa sejumlah pejabat yang sebelumnya terlibat dalam perundingan terkait pengembangan nuklir dengannya kini telah meninggal dunia setelah serangan militer terbaru.
“Sebagian besar dari mereka sudah tidak ada. Beberapa orang yang sebelumnya bernegosiasi dengan kami sudah tidak ada lagi karena serangan besar itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran di Sabtu (28/2/2026). Operasi tersebut disebut bertujuan menghancurkan industri rudal dan kekuatan angkatan laut dari Teheran.
Serangan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting pemerintahan, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kini negara tersebut dipimpin olehdewan kepemimpinan sementara.
Baca Juga: Dari Tonjolkan Peran 'Negara Ulama', Iran Kini Ciptakan Narasi tentang Nasionalisme dan Kedaulatan Negara
Dewan tersebut terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, serta seorang anggota dari Dewan Penjaga (Guardian Council). Struktur sementara ini akan memimpin negara hingga ada penunjukkan dari Majelis Ahli Iran.





