Memanasnya situasi di Timur Tengah berdampak terhadap penerbangan. Gelombang penutupan wilayah udara langsung terjadi di sejumlah negara kawasan.
Situasi timur Tengah memanas berawal dari serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran pada Sabtu (28/2). Serangan yang diberi nama Epic Fury itu menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan ratusan warga lainnya.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.
Mengutip data dari Flightradar24, Sabtu (28/2), Iran menutup seluruh wilayah udaranya pada 28 Februari hingga pukul 12.00 UTC. Tak hanya Iran, beberapa negara lain juga mengambil langkah serupa.
Hingga laporan terakhir, wilayah udara berikut ini ditutup sepenuhnya:
- Iran
- Irak
- Kuwait
- Bahrain
- Qatar
Wilayah udara Yordania dan Israel juga dilaporkan nyaris kosong, dengan hanya beberapa penerbangan tersisa yang mendarat atau mengubah rute untuk keluar dari area terdampak.
(dek/dek)





